Sapi Milik Warga Kedungkeris Tercebur ke Bekas Septic Tank, Damkar Gunungkidul Bergerak Cepat Selamatkan Ternak

Terlepas dari kandang, sapi milik lansia di Nglipar jatuh ke lubang bekas septic tank. Evakuasi berlangsung dramatis dan berhasil dilakukan dalam kondisi selamat.

MCI – Gunungkidul, DIY |Respons cepat ditunjukkan petugas UPT Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gunungkidul saat mengevakuasi seekor sapi yang tercebur ke bekas septic tank di Padukuhan Kwarasan Kulon RT 02/RW 03, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. Berkat kesigapan petugas, ternak milik warga tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.

Sapi tersebut diketahui merupakan milik Tukino (72), warga setempat. Peristiwa bermula ketika sapi terlepas dari kandang dan berjalan tanpa pengawasan hingga akhirnya terjatuh ke dalam bekas septic tank yang berada di sekitar lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, mengatakan pemilik ternak sempat berupaya melakukan evakuasi secara mandiri. Namun karena ukuran sapi yang cukup besar serta kondisi lubang yang sempit dan dalam, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga warga menghubungi UPT Damkar dan Penyelamatan Gunungkidul untuk meminta bantuan.

“Petugas Regu III langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dan melakukan evakuasi. Sapi berhasil diangkat dalam kondisi selamat,” ujar Purwono.

Baca juga : 

https://mediacitraindonesia.com/bupati-gunungkidul-nonaktifkan-seluruh-petugas-tpr-kemadang-22-asn-diterjunkan-usai-dugaan-kebocoran-pad-pariwisata/

Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Petugas bersama warga bahu-membahu menggunakan peralatan penyelamatan untuk mengangkat sapi secara perlahan agar tidak mengalami cedera. Kerja sama yang baik antara petugas dan masyarakat membuat proses evakuasi berjalan lancar hingga akhirnya sapi berhasil dikeluarkan dari lubang.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, insiden ini menjadi pengingat bahwa lubang bekas septic tank yang dibiarkan terbuka dapat membahayakan manusia maupun hewan ternak.

Purwono mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal, khususnya memastikan bekas septic tank, sumur, maupun lubang terbuka lainnya telah ditutup dengan aman. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera menutup atau mengamankan bekas septic tank maupun lubang terbuka agar tidak membahayakan warga dan hewan ternak. Pencegahan menjadi langkah terbaik untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *