MCI – Gunungkidul, DIY | Seorang pria berusia 50 tahun, Sungsang Barli Kristiyono, diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di kawasan Pantai Sarangan, Padukuhan Bruno, Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (24/09/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Peristiwa tersebut kini tengah ditangani dan didalami oleh jajaran Polsek Tanjungsari. Hingga saat ini, identitas pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban masih dalam proses penyelidikan kepolisian.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna, mengatakan kejadian bermula ketika korban hendak pulang setelah keluar dari Kafe/Karaoke Rita Ratu Tawon di kawasan Pantai Sarangan.
Saat hendak mengambil helm dan meninggalkan lokasi, korban berpapasan dengan empat laki-laki muda yang tidak dikenalnya.
Menurut keterangan yang diterima kepolisian, salah seorang dari empat orang tersebut kemudian menantang korban untuk berkelahi. Korban disebut telah menyampaikan bahwa dirinya tidak berniat berkelahi dan hanya ingin mengambil helm untuk pulang.
Namun, situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan.
“Salah seorang dari empat orang tersebut kemudian menantang korban untuk berkelahi. Korban disebut sempat menjawab bahwa dirinya tidak berniat berkelahi dan hanya hendak mengambil helm,” ungkap AKP Agus Fitriyatna.
Setelah itu, salah seorang dari kelompok tersebut diduga secara tiba-tiba menyerang korban. Korban diduga dipukul menggunakan tangan sebanyak kurang lebih empat kali.
Pukulan tersebut disebut mengenai bagian dada bawah sebelah kiri korban.
Meski mendapat serangan, korban disebut tidak melakukan perlawanan. Ia justru berusaha meninggalkan lokasi untuk menghindari keributan.
Namun, ketika hendak pergi, korban kembali diduga mendapatkan kekerasan. Salah seorang terduga pelaku disebut menendang korban hingga mengenai bagian punggung.
Akibat tendangan tersebut, korban sampai terjatuh.
Korban diketahui bernama Sungsang Barli Kristiyono, warga Pulengelo, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Gunungkidul. Dalam kesehariannya, korban bekerja sebagai wiraswasta sekaligus pegiat media sosial.
Usai kejadian, korban kemudian menjalani pemeriksaan medis dan telah melakukan visum untuk mendokumentasikan kondisi yang dialaminya.
“Korban juga telah melakukan visum usai menerima penganiayaan,” lanjut AKP Agus Fitriyatna.
Polisi Dalami Keterangan dan Identitas Terduga Pelaku
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas rangkaian kejadian tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Pendalaman diperlukan untuk memastikan kronologi, peran masing-masing pihak, serta fakta yang terjadi sebelum dan sesudah dugaan kekerasan tersebut.
Polsek Tanjungsari juga masih mengumpulkan keterangan dan bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penetapan tersangka dalam perkara tersebut. Status pihak yang diduga melakukan kekerasan masih dalam penyelidikan kepolisian.
Polisi diharapkan dapat segera mengungkap identitas pihak yang terlibat serta memastikan proses hukum berjalan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan dalam penyelidikan.













