Ribuan Korban Pinjol Mengaku Terbantu, Malahayati Consultant Hadir Beri Harapan Tanpa Membebani Biaya

MCI – Yogyakarta, DIY | Jeratan pinjaman online (pinjol) masih menjadi salah satu persoalan yang menghantui masyarakat Indonesia. Tak sedikit korban yang mengalami tekanan ekonomi, kehilangan harta benda, diteror oleh penagih utang, hingga mengalami gangguan psikologis akibat beban utang dan intimidasi yang terus-menerus diterima.

Di tengah kondisi tersebut, Malahayati Consultant hadir memberikan harapan bagi masyarakat yang terlanjur terjerat pinjaman online. Lembaga pendampingan yang berdiri sejak 2022 ini mengklaim telah membantu lebih dari 140.000 korban pinjol dari berbagai daerah di Indonesia.

CEO Malahayati Consultant, Ahmad Maulana yang akrab disapa Ujay, menegaskan bahwa persoalan pinjaman online bukanlah akhir dari segalanya. Menurutnya, setiap permasalahan memiliki jalan keluar yang dapat ditempuh tanpa harus mengorbankan harga diri maupun masa depan.

“Jangan pernah merasa hidup sudah selesai hanya karena terlilit pinjaman online. Selalu ada solusi yang bisa ditempuh dengan cara yang tepat,” ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Malahayati Consultant kini membuka kantor cabang di Jalan Kusumanegara Nomor 99, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Kehadiran kantor cabang ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan wilayah sekitarnya dalam memperoleh pendampingan secara langsung.

Kepala Cabang Malahayati Consultant Yogyakarta, Windy Tri Widiyanto, mengatakan pihaknya bersama tim yang berpengalaman berkomitmen memberikan pendampingan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan pinjaman online. Menurutnya, layanan konsultasi dan pendampingan yang diberikan tidak dibebani tarif tertentu bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

BACA JUGA :  https://mediacitraindonesia.com/tim-abdimas-fakultas-informatika-universitas-telkom-hadirkan-hidroponik-digital-berbasis-iot-untuk-perkuat-ketahanan-pangan-di-margasari/

“Bagi kami, membantu sesama adalah jalan untuk mendapatkan pertolongan dari Tuhan,” kata Windy.

Ia menjelaskan, banyak korban pinjol justru lebih takut terhadap teror, ancaman, penyebaran data pribadi, serta berbagai risiko lainnya dibandingkan kewajiban pembayaran utang itu sendiri. Kondisi tersebut kerap membuat korban mengalami tekanan mental yang cukup berat.

Karena itu, Malahayati Consultant memberikan pendampingan, edukasi, transparansi informasi, serta bantuan teknis untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan data pribadi. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan pinjaman online.

Menurut Windy, sebagian besar korban yang datang ke kantornya berada dalam kondisi psikologis yang tertekan akibat ancaman maupun intimidasi yang mereka alami. Oleh karena itu, selain memberikan solusi teknis, timnya juga berupaya membangun kembali rasa percaya diri para korban agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi persoalan tersebut.

“Tidak ada masalah pinjol yang tidak bisa dicari jalan keluarnya. Datang saja ke sini, Insya Allah kami bantu. Tidak perlu frustrasi atau kehilangan harapan,” tegasnya.

Fenomena pinjaman online juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan serta lebih cermat sebelum mengajukan pinjaman melalui platform digital. Masyarakat diimbau untuk memahami risiko yang mungkin timbul dan mencari pendampingan dari pihak yang kompeten apabila menghadapi permasalahan terkait pinjaman online.

Melalui pendekatan yang mengedepankan pendampingan, edukasi, dan kepedulian terhadap kondisi psikologis korban, Malahayati Consultant berharap semakin banyak masyarakat yang mampu keluar dari tekanan akibat pinjaman online tanpa kehilangan martabat, masa depan, maupun harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *