MCI – Bandung, Jabar | Fakultas Informatika Universitas Telkom melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Skema Teknologi Tepat Guna menghadirkan inovasi hidroponik digital berbasis Internet of Things (IoT) di Kelurahan Margasari, Kota Bandung, pada 18 Juni 2026. Program ini bertujuan mendukung ketahanan pangan perkotaan sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dalam budidaya tanaman hidroponik.
Kegiatan yang dipimpin Dr. Sutiyo, S.T., M.Eng. tersebut merupakan implementasi hasil penelitian dan inovasi teknologi yang dikembangkan Fakultas Informatika Universitas Telkom. Sistem hidroponik digital yang diterapkan memungkinkan pemantauan kondisi larutan nutrisi secara real-time melalui sensor pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan suhu yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis smartphone.
Teknologi ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengelola budidaya hidroponik secara lebih efisien, akurat, dan berbasis data. Melalui sistem monitoring digital, pengguna dapat memantau kondisi instalasi kapan saja tanpa harus melakukan pemeriksaan secara manual.

Sebelum pelaksanaan program, Tim Abdimas melakukan serangkaian kegiatan pendampingan berupa observasi lapangan, wawancara, dan konsultasi bersama pihak Kelurahan Margasari. Diskusi dilakukan dengan Lurah Margasari Wahyu A. Affandi, S.IP., M.Si., serta Sekretaris Lurah Yopi Kurnia, S.H., M.H., guna mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus menentukan konsep dan lokasi pelaksanaan program.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, instalasi hidroponik digital ditempatkan di halaman Kantor Kelurahan Margasari. Lokasi ini dipilih sebagai proyek percontohan (pilot project) sekaligus pusat edukasi bagi masyarakat dalam mempelajari penerapan teknologi digital pada sektor pertanian perkotaan atau urban farming.
Pada hari pelaksanaan, tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Informatika Universitas Telkom bersama aparatur kelurahan serta warga setempat melakukan pemasangan seluruh perangkat hidroponik digital. Proses instalasi meliputi pemasangan rangka hidroponik, sensor pemantauan kualitas nutrisi, konfigurasi sistem IoT, hingga pengujian aplikasi monitoring yang dapat diakses melalui telepon pintar.

Selain pemasangan perangkat, tim juga menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan penggunaan sistem kepada masyarakat. Warga diberikan pemahaman mengenai cara mengakses aplikasi monitoring, membaca indikator pH, konsentrasi nutrisi (PPM), suhu larutan, serta teknik dasar pengelolaan instalasi hidroponik secara mandiri.
Ketua Tim Abdimas, Dr. Sutiyo, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga melakukan alih teknologi kepada masyarakat agar mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan sistem secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami, mengelola, dan mengembangkan teknologi ini secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Lurah Margasari, Wahyu A. Affandi, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Telkom yang telah menghadirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, program ini menjadi langkah positif dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan warga.
Senada dengan itu, Sekretaris Lurah Yopi Kurnia, S.H., M.H., mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan. Ia berharap sistem hidroponik digital tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya berbagai inisiatif urban farming di lingkungan Kelurahan Margasari.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, program hidroponik digital berbasis IoT ini diharapkan menjadi contoh implementasi teknologi tepat guna yang mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan, penguatan ketahanan pangan perkotaan, serta percepatan transformasi digital di tingkat komunitas.














