UNY Bekali Generasi Muda Kampung Emas Seyegan Cerdas Bermedia Sosial, Tekankan Pencegahan Cyberbullying dan Branding Potensi Lokal

Program Pengabdian kepada Masyarakat di Sleman membekali remaja dengan literasi digital, strategi menghadapi perundungan siber, hingga teknik membuat konten kreatif untuk memperkuat identitas Kampung Emas Seyegan.

MCI – Yogyakarta, DIY | Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendorong generasi muda Kampung Emas Seyegan agar lebih cerdas, sehat, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar di Pendopo Dalem Pawiro Diharjo, Kampung Emas Seyegan, Sleman, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang menyasar generasi muda tersebut bertujuan membekali peserta dengan pemahaman mengenai pencegahan cyberbullying sekaligus pemanfaatan media sosial sebagai sarana membangun identitas dan mempromosikan potensi lokal Kampung Emas Seyegan.

Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, yang juga menjabat sebagai Ketua PkM, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Selamat mengikuti kegiatan dan semoga memperoleh pengetahuan dari materi yang diberikan, kemudian dapat memanfaatkan dan menerapkannya di Kampung Emas Seyegan,” ujar Sumaryanto.

Ketua tim pelaksana PkM, Dr. Satya Perdana, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin besarnya pengaruh teknologi digital dalam kehidupan remaja. Menurutnya, kemajuan teknologi memang mempermudah komunikasi dan akses informasi, namun juga membawa tantangan berupa meningkatnya kasus perundungan di dunia maya.

Materi mengenai pencegahan cyberbullying disampaikan oleh Dr. Annisa Reginasari, S.Psi., M.A. dari Fakultas Psikologi UNY. Dalam paparannya, peserta diberikan pemahaman bahwa perundungan siber bukan sekadar candaan di media sosial, tetapi dapat berdampak serius terhadap kesehatan psikologis, hubungan sosial, prestasi akademik, produktivitas, rasa percaya diri, hingga keamanan korban.

Sebagai langkah pencegahan, peserta dikenalkan dengan strategi 3B, yakni Blokir dan Laporkan pelaku, Bukti Disimpan melalui tangkapan layar, serta Bicara kepada orang yang dipercaya. Peserta juga diajak membangun empati, berani menjadi upstander yang membantu korban, serta memperkuat ketahanan diri dalam menghadapi tekanan di ruang digital.

Selain aspek keamanan digital, UNY juga mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai media promosi potensi kampung. Praktisi media sosial UNY, Arsyad Hermawan, M.Pd., menyampaikan materi bertajuk Membangun Identitas Kampung Emas Seyegan melalui Media Sosial.

Menurut Arsyad, media sosial memiliki peran strategis dalam membangun citra Kampung Emas Seyegan sekaligus mendokumentasikan dan melestarikan kekayaan budaya agar semakin dikenal masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan konsep pembuatan konten 3E, penggunaan bahasa yang sederhana, informatif, persuasif, santun, serta tetap mencerminkan karakter budaya lokal. Dari sisi teknis, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pencahayaan, komposisi visual, kestabilan kamera, penggunaan format video vertikal 9:16 untuk Instagram Reels dan TikTok, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial seperti ChatGPT dan Gemini/Flow sebagai pendukung produksi konten digital.

Kegiatan ini diikuti oleh tim PkM UNY, pengelola Kampung Emas Seyegan, mahasiswa pengabdi, serta generasi muda setempat. Tim PkM terdiri atas Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO, Dr. Satya Perdana, Dr. Heru Subekti, Dr. Suci Rian Kurniawan, Dr. Putriana Damayanty, Dr. Vistor Syapri Maulana, Dr. Fatkurrahman Arjuna, Nova Widi Astoro, M.Pd., dan M. Arif Firmansyah, M.Pd.

Melalui program ini, UNY berharap generasi muda tidak hanya mampu menghadapi risiko di ruang digital secara bijak, tetapi juga menjadikan teknologi sebagai sarana memperkuat identitas, melestarikan budaya, serta mengangkat potensi Kampung Emas Seyegan ke masyarakat yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *