MCI – Gunungkidul, DIY | Kepanikan melanda warga Dusun Gading 8 dan Dusun Gading 10, Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Gunungkidul, setelah seekor beruk berukuran besar mengamuk dan menyerang warga. Akibat insiden tersebut, tiga orang mengalami luka cakaran, termasuk seorang balita, hingga harus mendapatkan perawatan medis dan menjalani empat jahitan di rumah sakit.
Peristiwa yang terjadi sejak Minggu (7/6/2026) itu sontak menjadi perhatian warga. Satwa liar yang awalnya terlihat jinak dan menjadi tontonan warga mendadak berubah agresif setelah diduga terkejut oleh suara keras pintu rumah yang terbanting akibat angin kencang.
Menurut keterangan warga Dusun Gading 10, Yuni, beruk tersebut pertama kali muncul di kawasan permukiman Dusun Gading 8 pada Minggu malam. Kehadiran primata berbuntut pendek itu semula justru menarik perhatian warga karena jarang terlihat berada di lingkungan permukiman.
Banyak warga mendekati satwa tersebut dan memberinya makanan. Beruk tampak tenang sehingga tidak ada yang mengira situasi akan berubah menjadi insiden yang membahayakan.
Saat warga berkumpul menyaksikan tingkah laku beruk, seorang balita bersama ayahnya turut berada di lokasi. Namun suasana yang semula aman berubah seketika ketika angin kencang membuat salah satu pintu rumah warga menutup dengan keras.
Diduga kaget dan merasa terancam, beruk tersebut langsung menyerang warga yang berada di sekitarnya. Tiga orang menjadi korban cakaran, termasuk balita yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Mungkin kaget dan merasa terancam sehingga menyerang warga. Tiga orang terkena cakaran dan harus dijahit,” ujar Yuni, Selasa (9/6/2026).
Akibat serangan itu, seluruh korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Luka yang dialami para korban cukup serius sehingga masing-masing harus menjalani tindakan jahitan sebanyak empat jahitan.
Insiden tersebut segera menyebar ke seluruh wilayah Dusun Gading 8 dan Dusun Gading 10. Warga yang sebelumnya penasaran berubah menjadi khawatir karena beruk masih berkeliaran di sekitar permukiman setelah melakukan penyerangan.
Baca juga : https://mediacitraindonesia.com/hidden-gem-gunungkidul-sunset-dj-dan-view-laut-yang-bikin-susah-pulang/
Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu. Orang tua mulai membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah dan meningkatkan kewaspadaan karena khawatir satwa tersebut kembali menyerang.
Meningkatnya keresahan warga akhirnya mendorong masyarakat meminta bantuan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan evakuasi. Pada Senin (8/6/2026) malam, tim Damkar datang ke lokasi dan berupaya menangkap beruk menggunakan tembak bius.
Peluru bius diketahui berhasil mengenai tubuh beruk. Namun di luar dugaan, satwa tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Bahkan warga menilai perilakunya justru semakin aktif dan agresif setelah terkena tembakan.
“Jadi sudah ditembak bius, kena tapi ndak mempan. Malah njoget-joget itu,” kata Yuni.
Situasi tersebut membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan penuh risiko. Petugas bersama warga harus berhati-hati agar tidak menjadi korban serangan berikutnya.
Upaya penangkapan akhirnya gagal setelah beruk berhasil melarikan diri menuju kawasan hutan Perhutani yang berada di arah tenggara Dusun Gading 10. Kawasan hutan yang cukup luas membuat proses pencarian dan pemantauan menjadi lebih sulit.
Hingga Selasa (9/6/2026), warga masih terus memantau perkembangan situasi sambil berharap satwa liar tersebut tidak kembali memasuki kawasan permukiman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa satwa liar, meskipun terlihat jinak, tetap memiliki naluri alami yang dapat berubah menjadi agresif ketika merasa terancam. Warga pun diimbau untuk tidak mendekati ataupun memberi makan satwa liar yang masuk ke lingkungan permukiman guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.














