MCI – Gunungkidul, DIY | Tidak harus menyukai sepak bola untuk bisa memahami kebahagiaan orang-orang yang mencintainya. Prinsip itulah yang tercermin dari langkah Agus Suroyudho, yang rela menggelontorkan dana pribadi sekitar Rp6 miliar untuk membangun Lapangan Persatuan Kepek Raya di Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Bukan untuk kepentingan pribadi, bukan pula demi panggung politik. Agus membangun lapangan tersebut karena melihat warga di lingkungannya gemar bermain sepak bola dan membutuhkan fasilitas olahraga sendiri. Baginya, kebahagiaan masyarakat menjadi alasan yang cukup untuk menghadirkan ruang olahraga yang bisa dinikmati bersama.
Lapangan Persatuan Kepek Raya itu resmi diserahkan kepada Pemerintah Kalurahan Kepek dalam acara tasyakuran yang digelar pada Kamis (15/10/2026). Penyerahan tersebut menjadi momen penting, bukan hanya karena nilai pembangunan yang besar, tetapi juga karena fasilitas itu kini diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
Agus mengaku bukan orang yang menyukai sepak bola. Namun, ia melihat semangat warga yang ingin bermain dan memiliki lapangan sendiri. Dari situ, muncul keinginan untuk membantu mewujudkan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat.
Dengan dana pribadi sekitar Rp6 miliar, pembangunan dan renovasi lapangan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Agus kemudian menyerahkannya kepada Pemerintah Kalurahan Kepek agar keberadaannya memberikan manfaat yang lebih luas.
Langkah ini menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus berangkat dari kesamaan hobi. Terkadang, kepedulian justru muncul ketika seseorang melihat kebutuhan orang lain dan memilih untuk mengambil bagian dalam mewujudkannya.
Agus juga menegaskan bahwa pembangunan lapangan tersebut murni merupakan kegiatan sosial dan tidak memiliki tendensi politik. Fokus utamanya adalah memberikan manfaat bagi warga Kepek, khususnya mereka yang membutuhkan tempat untuk berolahraga dan berkegiatan bersama.
Lurah Kepek, Bambang Setiawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Agus Suroyudho atas kontribusi besarnya dalam menghadirkan fasilitas olahraga bagi masyarakat.
Bagi pemerintah kalurahan, penyerahan Lapangan Persatuan Kepek Raya menjadi tambahan fasilitas yang diharapkan mampu menunjang kegiatan olahraga sekaligus mempererat kebersamaan warga.

Apresiasi tersebut juga membawa tanggung jawab baru. Setelah diserahkan, keberadaan lapangan perlu dijaga dan dikelola dengan baik agar manfaatnya tidak berhenti pada seremoni peresmian, melainkan terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Lapangan ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi warga, mulai dari aktivitas sepak bola hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan yang sesuai dengan peruntukannya.
Apresiasi terhadap pembangunan Lapangan Persatuan Kepek Raya juga disampaikan Topaz Mardiarto, S.IP., M.Acc., selaku Kasi Administrasi Pemanfaatan Pertanahan Provinsi.
Saat diwawancarai, Topaz menjelaskan bahwa proses perizinan pembangunan lapangan tersebut telah diselesaikan hingga tingkat gubernur.
Keterangan itu memberikan gambaran mengenai aspek administrasi pembangunan fasilitas tersebut. Kejelasan perizinan menjadi salah satu hal penting agar pembangunan dan pemanfaatan fasilitas dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kehadiran pemerintah dalam proses ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan fasilitas yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penyerahan Lapangan Persatuan Kepek Raya memperlihatkan pertemuan antara kepedulian pribadi dan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan fasilitas untuk masyarakat.
Agus Suroyudho menghadirkan fasilitas melalui dana pribadinya. Pemerintah Kalurahan Kepek menerima amanah tersebut, sementara dukungan dan perhatian pemerintah provinsi menjadi bagian dari aspek administrasi pembangunan.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan lapangan tersebut benar-benar hidup melalui aktivitas masyarakat. Perawatan, pengelolaan yang baik, serta kesempatan penggunaan yang jelas akan menentukan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan warga.
Pada akhirnya, nilai sebuah lapangan bukan semata-mata terletak pada besarnya dana pembangunan. Nilainya juga ditentukan oleh seberapa banyak masyarakat yang dapat menggunakannya, seberapa kuat kebersamaan yang tumbuh di dalamnya, dan seberapa lama manfaatnya dapat dipertahankan.
Bagi warga Kepek, Lapangan Persatuan Kepek Raya diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat bermain sepak bola. Lapangan itu menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan harapan agar fasilitas yang dibangun hari ini terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.


l











