MCI – Gunungkidul, DIY | Puluhan warga Padukuhan Bendorejo, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, menggelar aksi demonstrasi di Balai Kalurahan Semanu, Kamis (15/10/2026) pagi. Dalam aksi tersebut, warga menuntut Dukuh Bendorejo, Titon Handono, diberhentikan dari jabatannya atau mengundurkan diri menyusul sejumlah persoalan yang mereka soroti.
Salah satu persoalan utama yang menjadi tuntutan warga adalah dugaan penyalahgunaan jabatan terkait pengurusan balik nama dua sertifikat tanah milik warga. Mereka menilai persoalan tersebut belum diselesaikan secara tuntas meskipun sebelumnya telah dilaporkan kepada pemerintah kalurahan dan dimediasi dengan pihak terkait.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga menuding uang sebesar Rp6,5 juta yang diserahkan untuk pengurusan balik nama sertifikat belum dipertanggungjawabkan sesuai harapan. Selain itu, kedua sertifikat tersebut disebut sempat digunakan sebagai agunan kepada pihak lain.

Persoalan tersebut dikabarkan telah melalui proses mediasi dan dua sertifikat yang dipermasalahkan disebut sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Namun, warga menyatakan uang yang telah diserahkan untuk pengurusan sertifikat tersebut belum dikembalikan.
Kondisi itu memicu kekecewaan warga. Mereka menilai penyelesaian persoalan berjalan lambat dan belum memberikan kepastian bagi pihak yang merasa dirugikan.
Selain masalah sertifikat tanah, warga juga menyampaikan sejumlah tuduhan lain terhadap dukuh, di antaranya terkait pinjaman uang yang disebut belum dikembalikan serta persoalan sepeda motor. Namun, tuduhan-tuduhan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Warga turut menyinggung informasi mengenai penanganan perkara yang disebut telah memasuki tahap SP2. Meski demikian, status proses tersebut maupun kaitannya dengan persoalan yang dipersoalkan warga masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Dalam aksi tersebut, warga menegaskan bahwa tuntutan utama mereka adalah agar Titon Handono tidak lagi menjabat sebagai Dukuh Bendorejo. Mereka beralasan, berbagai persoalan yang muncul telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan di tingkat padukuhan.
Warga juga mendesak Pemerintah Kalurahan Semanu agar memberikan penjelasan terbuka mengenai tindak lanjut laporan yang telah disampaikan, termasuk langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Bagi warga, penanganan aduan tidak cukup hanya melalui mediasi, tetapi juga harus disertai kejelasan penyelesaian dan kepastian tindak lanjut. Mereka berharap pemerintah kalurahan dapat merespons tuntutan tersebut secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari Titon Handono maupun Pemerintah Kalurahan Semanu mengenai tuntutan warga dan rangkaian dugaan yang disampaikan belum tercantum dalam bahan informasi yang dihimpun. Klarifikasi dari pihak-pihak terkait diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.


l











