MCI – Yogyakarta, DIY | Yasina Sukmarani berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada Wisuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode Agustus 2026. Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan UNY, tersebut meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99, sekaligus menjadi peraih IPK tertinggi jenjang S1 dalam periode wisuda kali ini.
Namun, di balik pencapaian akademik tersebut, tersimpan kisah perjuangan dan pengorbanan keluarga yang turut mengantarkan warga Kotagede, Yogyakarta, itu menyelesaikan pendidikan tingginya.
Bagi Yasina, IPK 3,99 bukan sekadar angka yang tercantum dalam catatan akademik. Prestasi tersebut menjadi bentuk apresiasi atas proses panjang, konsistensi, serta perjuangan yang telah dilaluinya selama menjalani perkuliahan.
“IPK 3,99 bukan hanya soal angka, tetapi lebih kepada bentuk apresiasi terhadap proses yang sudah saya jalani selama kuliah,” ungkap Yasina, Sabtu (22/8/2026).
Perjalanan menuju kelulusan dengan prestasi tersebut tidak selalu berjalan mudah. Yasina harus mampu menjaga konsistensi sekaligus membagi waktu di tengah berbagai tanggung jawab, mulai dari perkuliahan, kegiatan organisasi, magang, hingga urusan pribadi.
Tantangan semakin terasa ketika memasuki tahap penyusunan skripsi. Jika sebelumnya ia banyak menjalani aktivitas bersama teman, proses menyelesaikan tugas akhir membuatnya lebih sering bekerja secara mandiri. Pada masa tersebut, kekhawatiran mengenai masa depan dan kemampuan menyelesaikan pendidikan dengan baik sempat muncul.
Di tengah berbagai tantangan itu, keluarga menjadi sumber kekuatan terbesar bagi Yasina. Setelah sang ayah, (alm) Hariyadi, berpulang, kakaknya mengambil peran penting dalam keluarga, termasuk membantu membiayai pendidikan Yasina.
Pengorbanan sang kakak tidak hanya berupa dukungan materi. Ia bahkan rela menunda mimpi pribadinya agar Yasina dapat terlebih dahulu mengejar cita-cita dan menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, Yasina memandang keberhasilannya meraih IPK 3,99 bukan semata-mata pencapaian pribadi. Di balik gelar dan prestasi tersebut terdapat perjuangan bersama seluruh keluarga, terutama mereka yang terus memberikan dukungan ketika dirinya menghadapi berbagai kesulitan.
Selama menempuh pendidikan di UNY, Yasina juga berusaha menemukan pola belajar yang paling sesuai dengan karakter dirinya. Ia mengaku bukan tipe mahasiswa yang harus menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk belajar.
Menurutnya, memahami materi, memperhatikan hal-hal penting yang disampaikan dosen, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, serta menjaga konsistensi justru menjadi kunci. Ia juga membiasakan diri untuk tidak menunda pekerjaan agar tanggung jawab akademik tidak menumpuk.
Pola belajar tersebut mulai ia temukan sekitar semester ketiga. Setelah melewati masa adaptasi dengan sistem perkuliahan perguruan tinggi, Yasina semakin memahami cara belajar yang efektif sekaligus mampu membagi waktu antara kegiatan akademik dan aktivitas lainnya.
Tak hanya fokus pada kegiatan di ruang kelas, alumni SMAN 1 Banguntapan itu juga aktif memperkaya pengalaman melalui berbagai kegiatan. Ia mengikuti magang, pengabdian kepada masyarakat, penelitian bersama dosen, organisasi, hingga Wirausaha Merdeka Angkatan 3 Tahun 2024 Edu Blank-On UNY.
Program Wirausaha Merdeka menjadi salah satu pengalaman yang berkesan bagi Yasina. Melalui kegiatan tersebut, ia berkesempatan bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, mengenal dunia kewirausahaan secara langsung, serta mengembangkan usaha bersama.
Pengalaman akademiknya juga diperluas melalui kolaborasi dengan dosen dalam kegiatan pengabdian dan penelitian. Ia juga memperoleh kesempatan belajar secara langsung di sekolah, dinas pendidikan, serta berbagai lingkungan pendidikan lainnya.
Pengalaman tersebut membuat ilmu yang diperoleh selama perkuliahan tidak berhenti pada teori. Yasina dapat melihat secara langsung bagaimana konsep yang dipelajari diterapkan dalam dunia pendidikan.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan dan menyandang predikat sebagai wisudawan dengan IPK tertinggi jenjang S1, Yasina telah bekerja di salah satu penerbit buku bidang pendidikan di Yogyakarta.
Ke depan, ia ingin terus mengembangkan karier sekaligus menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama kuliah. Yasina juga membuka diri terhadap berbagai pengalaman baru dan memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan di bidang yang masih berkaitan dengan pendidikan dan manajemen pendidikan.
Bagi Yasina, keberhasilan tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah prestasi tidak selalu lahir dari perjuangan seorang diri. Ada doa, dukungan, kerja keras, dan bahkan pengorbanan orang-orang terdekat yang ikut mengantarkan seseorang sampai pada titik keberhasilan.














