FKY 2026 Resmi Dibuka di Sleman, Hampir 600 Penari Kolaborasi Bawakan “Tubuhku Aksaraku”

Mengusung tema “AKSARA”, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026 mempertemukan seniman dari lima kabupaten/kota dalam satu panggung kolosal di Lapangan Beran Sleman.

MCI – Sleman, DIY | Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi dibuka di Lapangan Beran Sleman, eks Pabrik Gula Beran, Area Pemda Sleman, Minggu (13/9/2026). Pembukaan tahun ini tampil berbeda dengan menghadirkan pertunjukan kolosal yang mempertemukan ratusan seniman dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hampir 600 penari terlibat dalam pertunjukan pembukaan bertajuk “Tubuhku Aksaraku” yang digarap oleh Pulung Dance Studio. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bagian utama pembukaan FKY 2026 sekaligus menggambarkan semangat kolaborasi dan keberagaman ekosistem kebudayaan di Yogyakarta.

Sejumlah kelompok seni dari lima kabupaten/kota di DIY turut ambil bagian. Mereka yakni Praba Sambada dari Kabupaten Sleman, Komunitas Cantrik dari Kulon Progo, Paguyuban Seniman Tari Bantul, Forseta Handayani dari Gunungkidul, serta YK Reborn dari Kota Yogyakarta.

Keterlibatan kelompok seni dari berbagai daerah tersebut mempertemukan beragam karakter, pengalaman, dan ekspresi seni dalam satu panggung. Kolaborasi itu sekaligus menjadi gambaran bahwa kehidupan kebudayaan Yogyakarta tumbuh melalui jejaring antarkomunitas.

Berbeda dengan pelaksanaan FKY sebelumnya yang mengusung konsep pawai dengan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, FKY 2026 menghadirkan konsep pertunjukan kolosal yang dipusatkan di satu tempat.

Dalam rangkaian pembukaan tersebut, musisi asal Sleman, Kunto Aji, turut ambil bagian dengan membacakan tembang macapat yang kemudian direspons melalui gerak para penari.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penjemputan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Bupati Sleman dan jajaran Dinas Kebudayaan menuju panggung utama.

Untuk pertama kalinya, pembukaan FKY dilakukan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan membacakan geguritan berjudul “Sabda Budaya”, yang menjadi bagian dari rangkaian seremoni pembukaan.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/on-the-rock-drini-jadi-magnet-wisata-baru-gunungkidul-tawarkan-sensasi-menikmati-laut-dari-atas-karang/

Panji FKY selanjutnya diserahkan oleh Kunto Aji kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai bagian dari prosesi pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026.

Dimeriahkan Beragam Penampil

Selain pertunjukan kolaborasi komunitas seni, seremoni pembukaan FKY 2026 juga dimeriahkan sejumlah penampil. Di antaranya Smarai, Palang Pintu dari perwakilan Jakarta, Yogyakarta Royal Choir, serta Kunto Aji yang tampil bersama Orkes Keroncong Aksara.

Ragam pertunjukan tersebut menghadirkan berbagai bentuk ekspresi seni, mulai dari tari, musik, paduan suara hingga keroncong.

Melalui pertemuan berbagai komunitas dan seniman dalam satu panggung, FKY 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarseniman sekaligus membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam kehidupan kebudayaan.

Mengangkat Bahasa sebagai “AKSARA”

FKY 2026 mengusung tema besar “Bahasa” dengan tajuk “AKSARA”. Tema tersebut mengajak masyarakat melihat bahasa tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai pintu untuk membaca identitas, sejarah, nilai, pengetahuan, serta perubahan sosial yang berlangsung di Yogyakarta.

Tema “Bahasa” merupakan bagian dari rangkaian tema pentalogi FKY yang berlangsung sejak 2023. Rangkaian tersebut dimulai dari Pangan (2023), Benda (2024), Adat Istiadat (2025), Bahasa (2026), hingga Ritual (2027).

Setelah Kabupaten Gunungkidul menjadi tuan rumah pada FKY tahun sebelumnya, pada 2026 Kabupaten Sleman mendapat giliran menjadi tuan rumah.

Rangkaian FKY 2026 berlangsung mulai 13 hingga 19 September 2026 di Lapangan Beran Sleman. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, akademisi, dan masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *