Lansia di Rongkop Tewas Terpanggang Saat Diduga Berusaha Padamkan Kebakaran Lahan

Perempuan berusia 73 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gosong di area perbukitan belakang rumahnya di Kalurahan Botodayaan, Rongkop, Gunungkidul. Korban diduga terjatuh saat berupaya memadamkan api yang merambat akibat angin kencang.

MCI – Gunungkidul, DIY |Peristiwa tragis menimpa seorang perempuan lanjut usia berinisial USK (73), warga Padukuhan Kedung, Kalurahan Botodayaan, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul. Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terpanggang di area perbukitan atau gunung yang berada di selatan rumahnya, Senin (29/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kapolsek Rongkop, AKP Sartono, menjelaskan bahwa sebelum kejadian korban diketahui sedang membakar sampah di sekitar pekarangan rumahnya. Namun hingga menjelang malam, korban tidak terlihat berada di rumah dan lampu rumahnya juga tidak menyala seperti biasanya.

Menurut keterangan warga, saat itu terlihat kobaran api mulai menjalar ke area perbukitan yang berada di belakang rumah korban. Kondisi angin yang cukup kencang diduga menyebabkan api dengan cepat meluas ke lahan sekitar.

Merasa curiga karena korban tidak kunjung terlihat, sejumlah warga kemudian berinisiatif melakukan pencarian. Saat menyisir lokasi kebakaran, warga dikejutkan dengan penemuan korban yang sudah tergeletak dalam kondisi gosong di sekitar area yang terbakar.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/on-the-rock-jadi-ikon-wisata-baru-gunungkidul-90-persen-karyawannya-warga-lokal/

“Diperkirakan korban membakar sampah di pekarangan rumah. Beberapa saat kemudian, karena angin kencang, api menjalar ke gunung. Korban diduga berusaha memadamkan api tersebut, namun kemungkinan terjatuh dan akhirnya terbakar hingga meninggal dunia,” ujar AKP Sartono.

Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dan membawanya ke rumah duka. Setelah proses penanganan selesai, korban langsung dimakamkan oleh keluarga dan warga setempat pada malam hari.

“Korban tadi malam telah dimakamkan di TPU setempat oleh warga,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama pada musim kemarau dan saat kondisi angin kencang yang dapat memicu kebakaran lahan serta membahayakan keselamatan jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *