MCI – Klaten, Jateng | Kabupaten Klaten akan segera memiliki destinasi wisata keluarga baru yang menggabungkan unsur rekreasi, edukasi, dan interaksi satwa. Pony Park Klaten (POPA) dijadwalkan resmi dibuka untuk umum pada 28 Juni 2026 dengan mengusung konsep “The Legendary Pony Adventure”, sebuah perpaduan petting zoo dan mini zoo dalam suasana petualangan bertema frontier klasik yang dipadukan dengan sentuhan fantasi ramah keluarga.
Kehadiran Pony Park diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi satwa interaktif pertama di Klaten sekaligus memperkaya pilihan wisata di kawasan Solo-Yogyakarta. Selain menawarkan hiburan bagi keluarga, destinasi ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perekonomian daerah, dan masyarakat sekitar.
Dalam acara perkenalan kepada media, para pendiri Pony Park memperkenalkan filosofi utama yang menjadi dasar pengembangan kawasan wisata tersebut, yakni “Langkah kecil, temukan petualangan besar”. Filosofi tersebut menggambarkan bagaimana interaksi sederhana dengan satwa dapat menghadirkan pengalaman berharga bagi pengunjung, khususnya anak-anak.
Salah satu pendiri Pony Park, Arief Agung, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan melalui pengalaman langsung bersama satwa.
“Kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai satwa secara langsung, bukan hanya melalui layar. Dari interaksi nyata, mereka bisa belajar, bermain, dan bertumbuh bersama keluarga,” ujarnya.

Pony Park digagas oleh Arief Agung, Lia, Isra, Indra, dan Dita yang memiliki visi menghadirkan wahana edukasi satwa dengan konsep berbeda dari kebun binatang konvensional. Dengan dukungan manajemen, Pony Park resmi diperkenalkan sebagai destinasi wisata keluarga yang diharapkan menjadi salah satu destinasi unggulan baru di Kabupaten Klaten.
Perwakilan manajemen Pony Park, Adel, menjelaskan bahwa tempat wisata tersebut tidak hanya menghadirkan mini zoo biasa, tetapi juga pengalaman interaktif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi secara langsung dengan satwa dalam suasana yang aman dan edukatif.
Menurutnya, Pony Park akan menghadirkan lebih dari 80 spesies satwa yang terdiri dari berbagai kategori, mulai dari herbivora, reptil, satwa nokturnal, aviary, hingga show animals. Beberapa satwa yang diproyeksikan menjadi favorit pengunjung antara lain kapibara, alpaca, meerkat, dan kuda poni yang menjadi ikon utama kawasan wisata tersebut.
“Kami menghadirkan kurang lebih 80 jenis satwa. Salah satunya adalah kapibara yang saat ini menjadi salah satu satwa favorit dan banyak dicari pengunjung,” jelas Adel.
Pemilihan kuda poni sebagai ikon utama bukan tanpa alasan. Satwa tersebut dinilai memiliki karakter yang ramah, mudah berinteraksi dengan anak-anak, serta selaras dengan konsep petualangan keluarga yang diusung Pony Park.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan, Pony Park menyiapkan berbagai aktivitas interaktif yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga. Pengunjung dapat mengikuti feeding animal atau memberi makan satwa secara langsung, animal encounter untuk berinteraksi lebih dekat dengan satwa, animal show yang memadukan hiburan dan edukasi, hingga pony riding atau berkuda poni yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Selain itu, tersedia pula area khusus anak-anak (kids zone) serta berbagai fasilitas pendukung keluarga yang dirancang agar pengunjung dari berbagai kelompok usia dapat menikmati pengalaman wisata dengan nyaman.
Pihak pengelola juga menerapkan sejumlah ketentuan bagi pengunjung guna menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kesehatan satwa di dalam kawasan wisata. Salah satu aturan yang diberlakukan adalah larangan membawa makanan dan minuman dari luar area Pony Park. Pengelola telah menyiapkan fasilitas kuliner di dalam kawasan sehingga kebutuhan pengunjung dapat terpenuhi selama berwisata.
Dari sisi keamanan, seluruh aktivitas interaktif dilakukan di bawah pengawasan petugas yang telah disiapkan. Pengelola juga menerapkan aturan interaksi dengan satwa dan mengimbau agar anak-anak selalu didampingi orang tua selama berada di area wisata.

Pony Park turut menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan satwa. Standar perawatan dilakukan melalui pemberian pakan sesuai kebutuhan, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pengelolaan kandang yang layak, serta pengaturan aktivitas interaksi agar tidak menimbulkan stres pada satwa.
Klaten dipilih sebagai lokasi pengembangan Pony Park karena memiliki posisi strategis di antara Yogyakarta dan Solo, sehingga mudah dijangkau wisatawan dari berbagai daerah. Potensi wisata keluarga yang terus berkembang di wilayah tersebut menjadi salah satu alasan utama kehadiran destinasi ini.
Untuk harga tiket masuk, pengelola menetapkan tarif Rp35.000 per orang pada hari Senin hingga Jumat. Sementara pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, tiket masuk dibanderol Rp45.000 per orang.
Setelah resmi dibuka, Pony Park berharap dapat menjadi destinasi wisata edukasi unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, serta mendukung perkembangan sektor pariwisata Kabupaten Klaten. Kehadirannya juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kunjungan wisata, serta menciptakan peluang kerja sama dengan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.
Dengan konsep edukasi satwa interaktif, koleksi lebih dari 80 spesies satwa, beragam aktivitas menarik, serta fasilitas yang ramah keluarga, Pony Park Klaten optimistis mampu menjadi ikon wisata keluarga baru yang menghadirkan pengalaman belajar dan berpetualang yang berkesan bagi setiap pengunjung.














