MCI – Karanganyar, Jateng | Pemerintah Desa Gantiwarno menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan daftar usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP) Tahun Anggaran 2028 sekaligus Musyawarah Desa (Musdes) penetapan RKPDes Tahun Anggaran 2027, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Matesih Sri Suyanti, SE., MM., pendamping desa, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, serta sejumlah tokoh masyarakat Desa Gantiwarno.
Musyawarah menjadi ruang bagi pemerintah desa, BPD, lembaga desa, dan masyarakat untuk menyampaikan serta membahas berbagai kebutuhan pembangunan yang dinilai penting untuk diprioritaskan dalam perencanaan pembangunan desa.
Kepala Desa Gantiwarno, Suharti, dalam sambutannya mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari BPD, LPMD, PKK hingga tokoh masyarakat, untuk ikut berperan aktif dalam menyusun program pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar program yang direncanakan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor pemberdayaan masyarakat serta pengembangan UMKM.

“Harapan kami pembangunan yang ada di Desa Gantiwarno bisa lebih baik dan semakin maju,” ujar Suharti dalam sambutannya.
Sementara itu, Camat Matesih Sri Suyanti, SE., MM., mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan desa agar menyusun program yang benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan Desa Gantiwarno.
Ia menekankan pentingnya program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan desa yang lebih baik.
Anggaran Desa Minim, Gaji Perangkat Disebut Masih Tertunggak
Dalam forum tersebut, kondisi keterbatasan anggaran desa turut menjadi perhatian. Sekretaris Desa (Sekdes) Gantiwarno menyampaikan bahwa kemampuan anggaran desa saat ini sangat terbatas, salah satunya karena adanya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan koperasi desa.
Bahkan, Sekdes menyebut pembayaran gaji perangkat desa masih mengalami kekurangan selama dua bulan.
“Kami selaku Sekdes juga ikut memikirkan supaya bisa menutupi gaji yang masih kurang dua bulan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan program dan pengelolaan anggaran desa agar kebutuhan pemerintahan sekaligus pembangunan tetap dapat berjalan.

Warga Minta Program Tertunda Diprioritaskan
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam Musrenbangdes menyampaikan usulan agar sejumlah program pembangunan yang sebelumnya telah direncanakan tetapi belum terealisasi dapat kembali dimasukkan sebagai prioritas.
Salah satu usulan datang dari tokoh masyarakat Dusun Klangon Kulon. Ia mengusulkan agar pembangunan saluran yang berada di sebelah selatan Dusun Klangon Wetan menjadi salah satu program yang diprioritaskan.
Program tersebut sebelumnya telah masuk dalam perencanaan, namun hingga kini belum terealisasi sehingga masyarakat berharap dapat kembali dibahas dan mendapat perhatian dalam penyusunan rencana pembangunan desa.
Musrenbangdes tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Desa Gantiwarno ke depan, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kemampuan anggaran, serta program pembangunan yang masih tertunda.













