Heboh “Pocong Maling” di Gunungkidul, Warga Kepung Pelaku Dini Hari, Ternyata Pencuri Rosok Berkain Putih

Kabar penangkapan pocong yang sempat viral di media sosial membuat warga Padukuhan Gumawang, Kalurahan Putat, Patuk, geger. Setelah diperiksa, sosok yang dikira hantu tersebut ternyata pria yang diduga hendak mencuri tembaga dan besi bekas dari lokasi rosok milik warga.

MCI – Gunungkidul, DIY |Isu kemunculan pocong yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat kembali memicu kepanikan warga. Kali ini, warga Padukuhan Gumawang, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, dibuat geger setelah beredar kabar tertangkapnya sosok “pocong” pada Selasa (2/6/2026) dini hari.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar melalui grup percakapan dan media sosial. Warga yang terbangun akibat keributan di sekitar permukiman sempat mengira sosok yang tertangkap benar-benar makhluk gaib yang selama ini menjadi perbincangan masyarakat.

Namun fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Sosok yang sempat disebut sebagai pocong itu ternyata seorang pria yang diduga melakukan aksi pencurian barang rosok di wilayah tersebut.

Dukuh Gumawang, Dwi Setyaningsih, menjelaskan bahwa informasi mengenai penangkapan pocong tidak benar. Menurutnya, pria yang diamankan warga hanya membawa kain putih di dalam tas serta satu stel pakaian ganti yang kemudian memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Informasi yang beredar menyebut ada pocong tertangkap. Namun faktanya bukan pocong. Pelaku hanya membawa kain putih di dalam tasnya dan juga membawa satu stel pakaian ganti,” ujar Dwi saat dikonfirmasi.

Peristiwa bermula sekitar pukul 02.00 WIB ketika seorang pria diketahui memasuki pekarangan rumah warga di RT 23 RW 06 Padukuhan Gumawang. Lokasi tersebut berdekatan dengan usaha barang bekas atau rosok milik warga setempat.

Memanfaatkan suasana lingkungan yang masih sepi, pelaku diduga masuk tanpa izin dan mengincar sejumlah barang bernilai jual. Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah padukuhan, pelaku sempat memindahkan satu karung berisi besi bekas serta mengumpulkan tembaga dari lokasi rosok untuk dimasukkan ke dalam karung yang telah dipersiapkan.

Aksi tersebut akhirnya diketahui warga yang mulai curiga dengan keberadaan orang asing pada jam rawan. Informasi mengenai orang mencurigakan segera menyebar dan memicu kewaspadaan masyarakat.

Dalam waktu singkat, puluhan warga berdatangan dan mengepung area tempat pelaku berada. Situasi sempat menegangkan karena sebagian warga melihat kain putih yang dibawa pelaku dan mengaitkannya dengan sosok pocong yang belakangan ramai diperbincangkan.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/audisi-gita-bahana-nusantara-diy-2026-dibuka-kesempatan-emas-talenta-muda-tampil-di-istana-negara/

Akibatnya, kabar penangkapan pocong langsung menyebar luas dan menimbulkan berbagai spekulasi. Bahkan sejumlah warga dari luar wilayah sempat mempercayai bahwa masyarakat Gumawang berhasil menangkap makhluk gaib.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tidak ditemukan fakta yang mendukung kabar tersebut. Keributan yang terjadi murni dipicu dugaan tindak pencurian barang rosok.

“Yang membuat gaduh itu karena mengambil tembaga di tempat rosok dan memasukkannya ke karung,” jelas Dwi.

Usai diamankan warga, perangkat padukuhan segera berkoordinasi dengan Jagawarga, Linmas, dan aparat kepolisian. Laporan resmi diterima sekitar pukul 02.35 WIB dan petugas dari Polsek Patuk langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Pelaku kemudian diamankan dan dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Situasi di Padukuhan Gumawang pun kembali kondusif setelah sempat diwarnai kepanikan dan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa verifikasi. Di tengah maraknya isu pocong yang belakangan beredar di berbagai daerah, warga diimbau tetap mengedepankan kewaspadaan serta melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada aparat terkait agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Kini, kasus dugaan pencurian tersebut masih dalam penanganan Polsek Patuk. Sementara warga Gumawang kembali beraktivitas seperti biasa setelah mengetahui bahwa sosok yang sempat disebut “pocong maling” ternyata bukan makhluk gaib, melainkan seorang pria yang diduga hendak membawa kabur barang rosok milik warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *