Geger! Pelajar SMP 14 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Kebun Belakang Rumah di Semanu

Korban ditemukan tergantung di pohon jambu mete setelah keluarga melakukan pencarian. Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun keterlibatan pihak lain.

MCI – Gunungkidul, DIY | Seorang pelajar berusia 14 tahun berinisial RSR ditemukan meninggal dunia di kebun belakang rumahnya di Padukuhan Kuwon Tengah RT 005 RW 013, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Hasil penyelidikan awal kepolisian menyatakan peristiwa tersebut tidak mengarah pada tindak pidana.

Kapolsek Semanu AKP Pudjijono menjelaskan, korban ditemukan setelah pihak keluarga berupaya mencari keberadaannya yang tidak diketahui sejak sore hari. Awalnya, salah seorang saksi, Suratmi, menanyakan keberadaan korban kepada saksi Tri Winarni. Namun, tidak ada yang mengetahui lokasi korban saat itu.

Karena korban tidak berada di rumah, keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal. Saat menyisir area kebun yang berada di belakang rumah, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon jambu mete.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga. Beberapa warga kemudian datang ke lokasi dan mencari sabit untuk memotong tali yang digunakan korban. Setelah itu, korban diturunkan bersama-sama sebelum petugas tiba di lokasi.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/kasal-muhammad-ali-akhiri-kunjungan-di-magelang-danlanal-yogyakarta-antar-kepulangan-ke-jakarta/

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Semanu. Saat petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian, korban sudah berada di bawah dan pohon tempat korban ditemukan telah ditebang oleh warga setempat.

Petugas Polsek Semanu bersama tenaga medis dari Puskesmas Semanu II kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Dari hasil pemeriksaan medis ditemukan bekas jeratan pada leher dan pupil mata yang melebar. Namun, tidak ditemukan luka maupun tanda kekerasan pada bagian kepala, tangan, dada, punggung, maupun kaki korban.

AKP Pudjijono menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan.

Selain melakukan pemeriksaan medis, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

“Yang terpenting, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Dari hasil penyelidikan awal yang kami lakukan, tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain. Peristiwa ini tidak mengarah pada tindak pidana,” ujar AKP Pudjijono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *