MCI – Tegal, Jateng |Kondisi jembatan penghubung di wilayah Danawari, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan pengguna hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Padahal, masyarakat setempat telah menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tegal sejak 30 April 2026.
Lebih dari empat bulan berlalu sejak laporan tersebut disampaikan. Namun, hingga 7 September 2026, belum terlihat adanya realisasi perbaikan maupun pelebaran jembatan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Berdasarkan surat bernomor 01/DW/04/2026 tertanggal 30 April 2026 yang ditujukan kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tegal, masyarakat meminta perhatian serius pemerintah terhadap kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan.
Dalam surat tersebut, masyarakat menjelaskan bahwa kondisi jembatan telah lama mengalami kerusakan dan semakin parah dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga yang setiap hari menggunakan jembatan sebagai akses penghubung.
Selain meminta perbaikan, masyarakat juga mengajukan permohonan pelebaran jembatan kepada pihak PUPR. Permohonan tersebut disampaikan karena jembatan menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat di wilayah Danawari.
Surat tersebut ditandatangani Ahmad atas nama masyarakat Danawari. Dalam pengajuan itu, warga meminta agar pihak terkait segera melakukan pengecekan kondisi jembatan di lapangan serta mengambil langkah perbaikan demi keselamatan pengguna.
AKSES VITAL WARGA DAN WISATAWAN
Keberadaan jembatan tersebut dinilai cukup penting bagi aktivitas masyarakat. Selain digunakan warga untuk mobilitas sehari-hari, akses tersebut juga menunjang kegiatan ekonomi serta perjalanan anak-anak menuju sekolah.
Warga menyebut jembatan itu juga kerap dilalui wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut. Karena itu, kondisi jembatan yang semakin lapuk menimbulkan kekhawatiran tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga bagi pengguna dari luar wilayah.
Salah seorang warga Danawari mengungkapkan kekecewaannya karena laporan yang telah disampaikan sejak April hingga kini belum menunjukkan perkembangan.
“Sudah berbulan-bulan kami lapor, surat sudah dikirim sejak April, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. Jembatannya sudah lapuk. Setiap hari kami melewati jembatan itu dengan rasa takut. Apalagi jembatan tersebut juga dilewati wisatawan. Kalau sampai ada yang celaka, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.

Warga lainnya mengatakan kondisi jembatan dikhawatirkan semakin memburuk ketika musim hujan. Mereka berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan baru mengambil tindakan.
Warga Minta Segera ada Tindak Lanjut
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada realisasi perbaikan maupun pelebaran jembatan tersebut. Masyarakat berharap Dinas PUPR Kabupaten Tegal segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan sejak April 2026.
Warga meminta pemerintah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi terkini jembatan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Awak media telah berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai tindak lanjut laporan dan rencana perbaikan jembatan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum mendapatkan tanggapan resmi.
Masyarakat Danawari berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius dari pemerintah. Perbaikan dinilai penting untuk memastikan keselamatan warga, pelajar, maupun wisatawan yang menggunakan akses tersebut serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.














