Empat Nelayan Selamat Setelah Perahu Terbalik Dihantam Gelombang di Pantai Siung

Perahu Terbalik Saat Hendak Menepi, Mesin Senilai Rp30 Juta Hilang

MCI – Gunungkidul, DIY | Empat nelayan asal Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, selamat setelah perahu yang mereka gunakan terbalik dihantam gelombang saat hendak menepi melalui jalur perahu Pantai Siung, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.

Keempat nelayan tersebut masing-masing Anjar (32), selaku tekong, Ristanto (39) sebagai ABK 1, Gembor (45) sebagai ABK 2, dan Marwan (28) sebagai ABK 3. Seluruh korban diketahui dalam kondisi selamat dan baik.

Peristiwa terjadi ketika keempat nelayan tersebut selesai melakukan aktivitas melaut dan berusaha kembali ke Pantai Siung. Saat perahu berada di pintu keluar-masuk perahu, tiba-tiba dihantam gelombang cukup kuat hingga perahu terbalik.

Akibat kejadian tersebut, keempat nelayan terpental ke laut. Beruntung, seluruh korban mengenakan pelampung atau life jacket sehingga masih dapat mengapung dan menyelamatkan diri sambil menunggu pertolongan.

Nelayan lain bersama personel Satlinmas Rescue Istimewa Pantai Siung yang melihat kejadian tersebut langsung bergerak memberikan pertolongan. Petugas melemparkan tali dan menarik korban secara bertahap menuju tepian pantai.

Baca juga : https://mediacitraindonesia.com/qolby-kadya-rizky-16-tahun-jadi-mahasiswa-baru-termuda-uny-2026/

Selain mengevakuasi para korban, tim juga melakukan penyelamatan terhadap perahu yang terbalik. Perahu kemudian berhasil ditarik ke tepian karena jaraknya tidak terlalu jauh dari pantai. Namun, dalam proses evakuasi diketahui mesin perahu hilang dan diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp30 juta.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I, Sunu Handoko Bayu Sagara, S.I.P., menjelaskan bahwa seluruh korban berhasil diselamatkan dalam kondisi baik.

“Semua korban dapat terselamatkan dan kondisinya baik,” demikian laporan Satlinmas Rescue Istimewa Pantai Siung.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi gelombang serta menggunakan alat keselamatan, terutama pelampung, saat melaut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *