Niat Kejar Kadal, Bocah 10 Tahun Malah Jatuh ke Sumur!

Penutup Sumur Lapuk Jebol Saat Dipijak, Korban Dilarikan ke RSUD untuk Mendapatkan Penanganan Medis

MCI – Gunungkidul, DIY | Seorang anak berusia 10 tahun berinisial YS terperosok ke dalam sumur di Padukuhan Gadungsari, Kalurahan Gadungsari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (16/8/2026). Beruntung, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah petugas gabungan melakukan penyelamatan selama sekitar 15 menit.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.48 WIB saat YS sedang bermain bersama seorang temannya. Keduanya diketahui tengah mengejar seekor kadal hingga tiba di sekitar lokasi sumur.

Sesampainya di lokasi, YS kemudian naik ke atas penutup sumur. Namun, penutup tersebut ternyata sudah dalam kondisi lapuk dan tidak lagi kokoh. Tak lama berselang, penutup itu jebol hingga korban terperosok dan jatuh ke dalam sumur.

Melihat kejadian tersebut, teman korban segera memberitahukan kepada orang tua YS. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu kemudian berdatangan untuk memberikan pertolongan. Salah seorang warga selanjutnya menghubungi pihak Damkarmat.

Tim Damkarmat bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gunungkidul segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Setelah sekitar 15 menit berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengeluarkan YS dari dalam sumur dalam kondisi selamat.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/diduga-ada-pungli-program-ptsl-2017-warga-desa-monggol-laporkan-kasus-ke-polres-gunungkidul/

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi sadar dan secara umum baik, meski mengalami luka ringan.

Setelah berhasil dievakuasi, YS kemudian dirujuk ke RSUD menggunakan ambulans GES untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

YS diketahui merupakan warga Gadungsari 02/10, Wonosari, Wonosari. Ia merupakan putra dari Wasidi (39), yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang.

Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur, yakni Damkarmat, TRC BPBD Gunungkidul, TNI, Polri, PMI, GES, relawan, serta masyarakat sekitar.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan sumur, terutama yang memiliki penutup lapuk atau sudah tidak kokoh. Pengawasan juga perlu diperketat terhadap area-area yang kerap menjadi tempat bermain anak guna mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *