MCI – Gunungkidul, DIY | Sebuah video yang beredar luas di media sosial pada Selasa (28/04/2026) memicu perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan dugaan proses pengolahan ayam di SPPG wilayah Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, yang dinilai tidak layak konsumsi.
Dalam rekaman video itu, terdengar narasi yang menyebutkan bahwa ayam yang diolah mengeluarkan bau tidak sedap dan diduga dalam kondisi tidak matang atau masih “nyah-nyah”. Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi dari masyarakat, terutama terkait standar kebersihan dan keamanan pangan.
Tak hanya itu, dalam video juga muncul kritik keras terhadap pihak pengelola dapur. Narator dalam video menyinggung agar kegiatan di dapur tidak hanya diisi dengan aktivitas santai seperti berswafoto dan bercanda, melainkan lebih fokus pada kualitas dan kelayakan makanan yang disajikan.
Baca juga : https://mediacitraindonesia.com/warga-kemadang-ditangkap-kasus-obat-berbahaya-terbongkar-hingga-sukoharjo/
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Dapur SPPG Giripurwo, Riftan Novi Gunawan. Saat dihubungi, yang bersangkutan menyatakan akan menghubungi kembali pihak media untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun penjelasan lanjutan dari pihak dapur maupun mitra pengelola terkait kebenaran video tersebut. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai apakah proses pengolahan makanan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya jaminan kualitas dan keamanan pangan, terutama dalam penyediaan makanan bagi masyarakat. Hingga kini, publik masih menantikan klarifikasi resmi dari pihak terkait guna memastikan fakta sebenarnya di balik video yang beredar.
















