Serempetan Berujung Brutal, Pemuda Gatak Dianiaya dan Motor Dirusak di Jalan Ngestirejo

Insiden kecelakaan ringan di Tanjungsari berubah menjadi aksi kekerasan, korban alami trauma dan luka memar, keluarga lapor ke polisi

MCI – Gunungkidul, DIY | Peristiwa penganiayaan yang dipicu kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Mendang–Bintaos, tepatnya di Padukuhan Jaten, Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Sabtu (11/04/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban diketahui berinisial ABP (20), warga Padukuhan Gatak, Kalurahan Ngestirejo. Ia menjadi korban kekerasan setelah sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya bersenggolan dengan sepeda motor milik HS, warga Kalurahan Hargosari, Tanjungsari, yang saat itu berboncengan dengan seorang rekannya yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Berdasarkan keterangan ayah korban, Sino (63), kejadian bermula saat korban bersama empat rekannya berkendara menggunakan sepeda motor dari arah barat menuju timur. Dalam rombongan tersebut, korban berada di posisi paling belakang.

Setibanya di lokasi kejadian, sepeda motor korban bersenggolan dengan kendaraan milik HS hingga menyebabkan keduanya terjatuh ke badan jalan. Namun, situasi yang semestinya dapat diselesaikan secara baik justru berubah menjadi aksi kekerasan.

“Anak saya sudah meminta maaf setelah kejadian itu. Tapi justru dipukul oleh HS dan temannya,” ujar Sino, Rabu (15/04/2026).

Pelaku yang diduga tidak terima langsung melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong terhadap korban. Akibatnya, korban mengalami luka memar pada bagian kepala dan wajah.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melerai dan membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas Tepus 1 guna mendapatkan perawatan medis.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/remaja-diduga-teler-pil-sapi-nekat-curi-sepeda-onthel-di-bantul-warga-bergerak-cepat-amankan-pelaku/

Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma psikologis. Hingga kini, korban dikabarkan masih enggan keluar rumah akibat peristiwa tersebut.

“Anak saya sekarang trauma, tidak mau keluar rumah. Lukanya juga masih terlihat di bagian kepala dan muka,” ungkapnya.

Tidak hanya melakukan penganiayaan, pelaku juga diduga melakukan pengerusakan terhadap sepeda motor Honda Vario milik korban. Bagian body kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan.

Merasa dirugikan, pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolres Gunungkidul pada Minggu (12/04/2026) siang.

“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses hukum agar ada efek jera,” tegas pihak keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat diharapkan segera mengungkap identitas satu pelaku lain yang masih belum diketahui serta menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi saat menghadapi persoalan di jalan raya. Penyelesaian secara damai jauh lebih bijak dibanding tindakan kekerasan yang justru berujung pada konsekuensi hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *