MCI – Gunungkidul, DIY | Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bergerak cepat menindaklanjuti viralnya dugaan pungutan terhadap wisatawan yang membawa tikar sendiri di kawasan Pantai Krakal. Informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial itu langsung mendapat respons dari Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga setempat.
Sekretaris dinas, Eko Nur Cahyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan segera melakukan klarifikasi di lapangan bersama pemerintah kalurahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus menjaga kenyamanan wisatawan.
“Sudah dilakukan klarifikasi dan pembinaan bersama Lurah Ngestirejo,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, oknum yang melakukan penarikan uang kepada wisatawan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang ditujukan kepada masyarakat dan pengunjung. Hal ini menjadi bagian dari upaya penyelesaian sekaligus pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebagai tindak lanjut, dinas akan meningkatkan pembinaan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan kelompok kerja (pokja) di kawasan pantai. Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan memastikan seluruh pelaku wisata memahami aturan yang berlaku.
Selain itu, pemerintah juga akan menerbitkan surat edaran (SE) yang menegaskan larangan praktik “kapling” atau penguasaan area publik secara sepihak di destinasi wisata. Kebijakan ini diambil untuk menjaga akses terbuka bagi seluruh pengunjung.
“Ke depan akan dibuat aturan tegas agar tidak ada kapling-kapling di tempat umum yang tidak sesuai ketentuan,” tegas Eko.
Di sisi lain, Pemkab Gunungkidul juga tengah menyiapkan penataan kawasan Pantai Krakal sebagai bagian dari pengembangan destinasi unggulan. Program tersebut mencakup pembangunan jalur jogging (jogging track) dengan anggaran sekitar Rp1,8 miliar.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menyebutkan bahwa proyek tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026. Selain jogging track, kawasan pantai juga akan dipercantik dan dilakukan penataan ulang, termasuk pemindahan area parkir.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga citra pariwisata Gunungkidul agar tetap ramah, tertib, dan berdaya saing.
Media Citra Indonesia menegaskan komitmennya untuk selalu menyajikan informasi yang berimbang, faktual, dan aktual. Setiap pemberitaan disusun berdasarkan data dan kejadian nyata di lapangan, bukan dibuat-buat, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang dapat dipercaya dan sesuai dengan realita yang ada.
















