MCI – Gunungkidul, DIY | Lapangan Ksatriaan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, berubah menjadi lautan manusia, Senin (5/10/2026) malam. Ribuan masyarakat dari berbagai kapanewon memadati lokasi untuk menyaksikan pentas budaya yang digelar Kodim 0730 Gunungkidul dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, serta Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf. Alfian Yudha Praniawan. Dalam sambutannya, Dandim 0730/Gunungkidul menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.
“Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga,” ujar Letkol Inf. Alfian Yudha Praniawan.
Ia menegaskan, TNI harus tetap kokoh pada jati dirinya sebagai tentara rakyat serta terus meningkatkan profesionalisme, kesiapan, dan kemampuan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Momentum HUT ke-81 ini harus menjadi tonggak dalam memperteguh tekad kita untuk menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur,” katanya.

Dandim juga mengajak seluruh prajurit dan masyarakat untuk menjadikan nilai Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif sebagai budaya dalam kehidupan serta pengabdian.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran TNI, khususnya Komandan Kodim beserta seluruh jajaran Kodim 0730 Gunungkidul, yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan pesta rakyat bagi masyarakat.
“Dirgahayu TNI. TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur,” ujar Endah dalam sambutannya.
Bupati juga menyambut baik penyelenggaraan hiburan rakyat yang memadukan kesenian tradisional dan musik modern. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan gratis bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk melestarikan seni budaya lokal di Bumi Handayani.
Antusiasme warga sudah terlihat sejak sore. Mereka datang dari berbagai wilayah untuk menikmati sajian kesenian sekaligus merasakan kemeriahan pesta rakyat yang dipusatkan di kawasan Ksatriaan Wonosari.
Pentas hiburan tersebut menghadirkan penampilan spesial dari musisi Abah Lala, grup Saleho Krida Manunggal Budhaya, serta Jathilan Ngestirahayu. Ketiganya tampil dengan suguhan musik dan seni pertunjukan yang mampu menghidupkan suasana malam.

Dentuman musik, atraksi para seniman, serta respons antusias penonton membuat lapangan semakin semarak. Warga tampak menikmati pertunjukan dengan bernyanyi, berjoget, hingga mengabadikan berbagai momen menggunakan telepon seluler.
Penampilan Ngestirahayu menjadi salah satu yang paling menyedot perhatian. Sajian seni yang energik dan penuh kreativitas membuat interaksi antara para penampil dan penonton semakin terasa. Sambutan meriah terdengar setiap kali para seniman menyuguhkan bagian-bagian menarik dalam pertunjukan.
Tak kalah memukau, Saleho Krida Manunggal Budhaya turut membawa nuansa seni dan budaya lokal ke tengah pesta rakyat. Perpaduan musik, seni pertunjukan, serta kekompakan para pemain membuat masyarakat tetap bertahan menikmati acara hingga selesai.
Kemeriahan malam itu bukan sekadar hiburan. Ribuan warga dari berbagai wilayah Gunungkidul seolah menyatu dalam satu ruang kebersamaan untuk merayakan dua momentum penting, yakni HUT ke-81 TNI dan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196.
Suasana semakin lengkap dengan hadirnya Gunungkidul Fair 2026, pasar malam modern yang digelar Berkah Ria 08 sejak 19 September hingga 10 Oktober 2026.

Gunungkidul Fair tidak hanya menghadirkan berbagai wahana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka. Beragam makanan, jajanan, dan produk usaha masyarakat turut meramaikan kawasan pasar malam.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan di kawasan tersebut juga dimeriahkan berbagai pertunjukan kesenian lokal yang ditampilkan Sanggar Satrio Kencoco sejak 29 September hingga 3 Oktober 2026.
Kolaborasi antara pentas budaya, kesenian lokal, pasar malam, dan aktivitas UMKM menjadikan kawasan Ksatriaan Wonosari sebagai salah satu titik keramaian masyarakat selama rangkaian perayaan berlangsung.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.
Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat mendapatkan ruang untuk berkumpul dan menikmati hiburan bersama keluarga. Di sisi lain, pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang datang.
Antusiasme warga terlihat sepanjang malam. Meski jumlah pengunjung mencapai ribuan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah, aman, dan kondusif.
Pentas budaya Kodim 0730 Gunungkidul tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung hiburan. Momentum HUT ke-81 TNI dan Hari Jadi Gunungkidul ke-196 dimanfaatkan sebagai ruang untuk merawat budaya lokal, mempererat kebersamaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat kedekatan antara TNI dan rakyat.


l











