Diduga Microsleep, Toyota Calya Tabrak Motor di Jalan Nasional III Gunungkidul, Dua Orang Luka

Kecelakaan terjadi di depan Masjid Promoter Polres Gunungkidul, Baleharjo, Wonosari. Pengendara dan pembonceng sepeda motor mengalami cedera kepala ringan.

MCI – Gunungkidul, DIY | Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Nasional III, tepatnya di depan Masjid Promoter Polres Gunungkidul, Dusun Purwosari, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kecelakaan melibatkan mobil Toyota Calya bernomor polisi AB 1573 KP dengan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AB 4188 RP. Akibat kejadian tersebut, pengendara dan pembonceng sepeda motor mengalami luka-luka dan harus menjalani pemeriksaan medis.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul Ipda Sugiyanto mengatakan, kecelakaan diduga terjadi setelah pengemudi Toyota Calya mengalami microsleep atau kondisi tertidur sesaat saat berkendara.

Menurutnya, sebelum kecelakaan terjadi, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai PA, perempuan warga Dadapayu, Kapanewon Semanu, melaju dari arah barat atau Wonosari menuju timur atau Semanu.

Saat berada di lokasi kejadian yang kondisi jalannya lurus, dari arah yang sama melaju Toyota Calya yang dikemudikan KW, laki-laki warga Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul.

“Diduga pengemudi Toyota Calya mengalami microsleep atau tidur mikro. Karena jarak kendaraan terlalu dekat, mobil kemudian menabrak bagian belakang sepeda motor Honda Beat,” jelas Ipda Sugiyanto.

Benturan tersebut membuat kedua kendaraan kehilangan kendali hingga kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

Akibat kejadian itu, pengendara Honda Beat, PA, mengalami sejumlah luka dan kemudian menjalani pemeriksaan medis di RSUD Wonosari. Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami cedera kepala ringan serta pendarahan pada telinga sebelah kiri.

Meski mengalami luka, PA masih dalam kondisi sadar setelah mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, pembonceng sepeda motor Honda Beat yang hingga kini belum diketahui identitasnya juga mengalami cedera kepala ringan. Korban dalam kondisi sadar setelah menjalani pemeriksaan medis.

Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap kecelakaan tersebut, sementara kendaraan yang terlibat diamankan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengendara untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum berkendara. Rasa kantuk yang muncul sesaat pun dapat mengurangi konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kendaraan melaju dalam jarak berdekatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *