MCI – Yogyakarta | Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) menggelar The 14th International Conference on Education Research and Innovation (ICERI) pada Selasa-Rabu (29–30/9/2026). Konferensi internasional yang berlangsung secara luring di Auditorium UNY tersebut membahas arah pengembangan riset, inovasi pendidikan, serta strategi menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
ICERI ke-14 menghadirkan empat narasumber dari dalam dan luar negeri. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menjadi pembicara utama (keynote speaker) melalui sesi daring.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, yang mewakili Rektor UNY, Selasa (29/9/2026).
“Harapannya ICERI ke-14 menjadi wadah kolaborasi akademik internasional untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan,” kata Nur Hidayanto.
Konferensi tersebut menjadi forum akademik internasional untuk mempertemukan akademisi dan peneliti dalam membahas pengembangan riset dan inovasi pendidikan, sekaligus memperkuat bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta Social Sciences, Humanities, Arts, and Religious Education (SHARE) di perguruan tinggi.

Dalam keynote speech bertajuk National and Institutional Strategies for STEM and SHARE in Higher Education, Prof. Arif Satria memaparkan strategi nasional dan kelembagaan dalam memperkuat pengembangan STEM dan SHARE di pendidikan tinggi.
Kehadiran Kepala BRIN tersebut menjadi bagian dari ruang pertukaran gagasan mengenai arah riset dan inovasi pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menjawab kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat perguruan tinggi.
Sementara itu, sesi pleno menghadirkan tiga pembicara dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Prof. Gillian Roehrig, Ph.D. dari University of Minnesota, Amerika Serikat, membawakan materi Student Engagement in STEM Classroom Epistemic Practices.
Materi tersebut membahas praktik epistemik siswa dalam pembelajaran STEM terintegrasi, termasuk bagaimana siswa menerapkan pengetahuan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika melalui kegiatan desain rekayasa secara berkelompok.
Pembelajaran STEM terintegrasi dinilai perlu dikembangkan secara kontekstual dengan pendampingan, asesmen berkelanjutan, serta penguatan konsep sains secara tepat waktu. Pendekatan tersebut berkaitan dengan pengembangan keterampilan pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi siswa.

Pemakalah berikutnya, Dr. Agus Putra Wicaksana, Ph.D. dari Adelaide University, Australia, menyampaikan materi bertajuk Building a Sustainable and Advanced International Society through STEM and SHARE Research.
Sedangkan Prof. Basikin, M.Ed., M.Phil., Ph.D. dari UNY, membawakan materi Strengthening Research Literacy and Scientific Development in STEM and SHARE.
Melalui ICERI ke-14, UNY memfasilitasi pertemuan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendiskusikan perkembangan penelitian dan inovasi pendidikan.
Forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan tantangan masyarakat.
Penyelenggaraan ICERI ke-14 turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan riset dan inovasi pendidikan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kolaborasi akademik internasional.













