Dandim Gunungkidul Dorong Anak Muda Tekuni Budidaya Melon, Potensi Penghasilan Capai Rp5 Juta per Bulan

Kodim 0730/Gunungkidul menilai produksi melon masih jauh dari kebutuhan masyarakat, sehingga membuka peluang besar bagi petani milenial.

MCI – Gunungkidul, DIY | Komandan Kodim (Dandim) 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan mendorong generasi muda di Kabupaten Gunungkidul untuk memanfaatkan peluang usaha di sektor pertanian, khususnya budidaya melon dengan metode greenhouse. Menurutnya, komoditas tersebut memiliki potensi ekonomi besar sekaligus mampu membantu memenuhi kebutuhan konsumsi buah masyarakat.

Dandim menilai produksi melon di Gunungkidul saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal masyarakat, sehingga peluang pengembangan usaha di sektor tersebut masih sangat terbuka.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, produktivitas melon di Gunungkidul mencapai 3.793,98 kuintal atau setara dengan sekitar 379.398 kilogram (379 ton) melon.

“Jika dikonversi, jumlah tersebut setara sekitar 2.529.320 porsi buah melon,” ujar Alfian.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Gunungkidul, jumlah penduduk Gunungkidul mencapai 779.050 jiwa.

“Kalau dihitung dengan kebutuhan konsumsi buah secara ideal, produksi melon tersebut sebenarnya baru bisa memenuhi sekitar tiga hari kebutuhan buah masyarakat Gunungkidul,” jelasnya.

Menurut Alfian, kondisi ini menunjukkan bahwa peluang pasar melon masih sangat besar, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Gunungkidul, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, maupun daerah sekitarnya.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/libur-lebaran-2026-gunungkidul-targetkan-93-191-wisatawan-kunjungi-destinasi-wisata/

Budidaya Melon Berpotensi Hasilkan Jutaan Rupiah

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Mastani Farm Fahid Nurarrosyid memaparkan simulasi budidaya melon menggunakan greenhouse berukuran 12 meter x 31 meter yang mampu menampung sekitar 1.024 tanaman melon.

“Greenhouse ini dilengkapi ruang transit dan sebagian besar menggunakan bahan bambu. Untuk penanaman pertama, total modal yang dibutuhkan sekitar Rp120 juta,” jelas Fahid.

Dengan kapasitas tersebut, potensi omzet bisa mencapai sekitar Rp33 juta dalam satu kali panen dengan masa tanam sekitar tiga bulan.

Namun menurutnya angka tersebut masih berupa omzet. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp16 juta, petani masih dapat memperoleh keuntungan sekitar setengah dari nilai tersebut.

“Jadi kalau ingin memperoleh keuntungan sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan, tinggal menyesuaikan kapasitas tanamnya,” kata Fahid.

Peluang Pertanian Modern bagi Generasi Muda

Dandim Alfian menambahkan, pemanfaatan teknologi greenhouse dalam budidaya melon dapat menjadi langkah strategis untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke sektor pertanian modern.

Selain meningkatkan produktivitas, sistem tersebut juga membuat usaha pertanian lebih terukur dan berpotensi menghasilkan pendapatan yang stabil.

“Ini peluang besar bagi anak muda Gunungkidul untuk mengembangkan pertanian modern yang produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *