MCI – Yogyakarta, DIY | Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dinilai sebagai peluang strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, asalkan dimanfaatkan secara bijak dan berkeadilan. Pandangan tersebut mengemuka dalam Karangmalang Education Forum (KEF) yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (DPP IKA UNY), Sabtu (24/1/2026).
Forum bertema “AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan Untuk Semua” ini berlangsung secara hybrid di Ballroom Gedung IKA UNY, Karangmalang, Yogyakarta, serta diikuti peserta daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 800 peserta luring dan 340 peserta daring, yang terdiri dari pendidik, mahasiswa, alumni, pemerhati pendidikan, hingga masyarakat umum.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Sumaryanto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan para pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadapi transformasi digital.

Menurutnya, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, sekaligus menjaga nilai-nilai humanistik sebagai fondasi utama pendidikan nasional.
Sebagai keynote speaker, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memaparkan arah kebijakan pendidikan nasional dalam merespons pemanfaatan AI. Ia menegaskan bahwa kehadiran AI merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari, namun tidak boleh menggantikan peran pendidik.
“AI harus ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti guru. Justru teknologi ini perlu digunakan untuk memperkuat kapasitas guru dan meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Prof. Abdul Mu’ti.
Forum ini juga menghadirkan Prof. Dr. Ismunandar, Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI, sebagai narasumber pertama dengan topik “Budaya Belajar di Era AI”. Ia mengulas perubahan paradigma belajar di tengah pesatnya teknologi digital, sekaligus menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang kritis, kreatif, dan berakar pada nilai kebudayaan bangsa.
Sementara itu, narasumber kedua Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T., Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, mengangkat tema “Bisakah AI Menggantikan Manusia (Guru)”. Diskusi ini memantik perhatian peserta dengan menegaskan bahwa AI memiliki keterbatasan, terutama dalam aspek pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan yang menjadi inti pendidikan.
Ketua DPP IKA UNY Prof. Suyanto menyampaikan bahwa Karangmalang Education Forum merupakan bentuk nyata kontribusi alumni UNY dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog strategis lintas sektor untuk merumuskan langkah bersama menghadapi tantangan dan peluang pendidikan di era kecerdasan artifisial.

“Alhamdulillah, harapan kita untuk menghadirkan Bapak Menteri akhirnya terkabul hari ini. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu AI dan pendidikan menjadi perhatian bersama,” tuturnya.
Melalui forum ini, DPP IKA UNY menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi secara inklusif, adaptif, dan berkeadilan, demi terwujudnya pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.















