Sinergi Jaga Stabilitas Pangan, Sespimmen Polri Dikreg 66 Laksanakan Studi Lingkungan di Gunungkidul

Fokus pada Pengawasan Rantai Pasok dan Pencegahan Penimbunan Bapokting Jelang Lebaran 2026

MCI – Gunungkidul, DIY | Sebanyak 10 Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026 melaksanakan kegiatan Studi Lingkungan Organizational Health Audit (OHA) dan External Stakeholder (ES) di Mapolres Gunungkidul, Kamis (26/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Management Training Course Level III yang bertujuan memperkuat kompetensi kepemimpinan dan manajerial calon pimpinan Polri tingkat menengah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Brigadir Jenderal Polisi Dwi Subagio, S.I.K., M.H., dengan fokus memotret kesiapan wilayah dalam mendukung program strategis nasional, khususnya pada sektor pangan, energi, serta penguatan ekonomi yang produktif dan inklusif. Selain itu, studi lingkungan ini juga menekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, para Serdik Sespimmen menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gunungkidul yang melibatkan Bupati, Dandim 0730/GK, Kajari Gunungkidul, perwakilan Disperindag, Bulog, Dinas Pertanian, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha Bahan Pokok Penting (Bapokting).

Mengangkat tema “Tugas Pokok Polri Terhadap Terdukungnya Program Kedaulatan Pangan, Energi dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif”, diskusi ini menitikberatkan pada langkah preventif dan preemtif Polri dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pokok, mencegah praktik penimbunan, serta memastikan tidak terjadi gejolak harga di masyarakat.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/forum-jogja-damai-tegaskan-komitmen-jaga-stabilitas-dan-kondusivitas-yogyakarta/

Brigjen Pol Dwi Subagio menegaskan bahwa kehadiran Serdik Sespimmen di Kabupaten Gunungkidul bertujuan mengkaji efektivitas koordinasi antar instansi dalam pengawasan distribusi pangan. Menurutnya, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keamanan wilayah.

“Tujuan utama kami adalah memastikan terciptanya kerja sama yang solid antara Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Hal ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang Hari Raya Lebaran 2026 yang sudah semakin dekat,” ujarnya.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polres Gunungkidul. Pengawasan distribusi bahan pokok diharapkan dapat mencegah potensi konflik sosial akibat kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.

Melalui pelatihan ini, para Serdik diharapkan mampu merumuskan solusi manajerial yang aplikatif serta inovatif guna mendukung program kedaulatan pangan dan penguatan ekonomi nasional. Dengan demikian, Polri diharapkan semakin adaptif dalam menghadapi tantangan strategis serta mampu menjadi motor penggerak sinergi antar pemangku kepentingan demi terciptanya stabilitas nasional yang berkelanjutan.

Kegiatan studi lingkungan ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketahanan pangan, serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *