MCI – Sleman, DIY | Gerakan Hidup Sehat melalui Bio Energy Power (BEP) terus berkembang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perkumpulan Komunitas Bio Energy Power Seluruh Indonesia (PKBSI) Cabang Sleman bersama BEPers se-Kabupaten Sleman menggelar senam bersama olah napas dan olah gerak di halaman Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (10/05/2026).
Kegiatan yang dimandatkan kepada 5 Rumah Sehat (rS), yakni rS IKAPEN UNY, rS Kependudukan UGM, rS Bahagia, rS Rahayu Pring Wulung, dan rS Opak Pogung, sebagai panitia penyelenggara, diikuti 14 dari 16 rS yang ada di Kabupaten Sleman, dengan jumlah peserta sekitar 370 orang. Hadir dalam kegiatan itu Pengurus Yayasan atau PKBSI Pusat, Ketua PKBSI DIY, Ketua-ketua PKBSI Sleman, Kota, dan Bantul, serta wakil dari KORMI Sleman.
Ketua panitia, Dr. Drs. Sumaryadi, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk edukasi tentang kesehatan masyarakat melalui metode self healing atau penyembuhan diri sendiri tanpa ketergantungan pada alat maupun obat.
“Inti dari kegiatan ini adalah senam bersama Bio Energy Power, ON-OG (Olah Napas dan Olah Gerak) dalam rangka self healing, agar masyarakat mampu menjaga kondisi dirinya sendiri, sehingga tetap sehat tanpa alat maupun obat,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan di halaman Rektorat UNY ini berlangsung setelah mendapatkan izin dari Rektor. Selain peserta dari Sleman sendiri, panitia turut mengundang sejumlah tokoh PKBSI dari berbagai cabang seperti Kota Yogyakarta dan Bantul. Hadir pula Ketua KORMI Kabupaten Sleman yang diwakili Mas Bambang Gumbira.
Sumaryadi mengatakan, kegiatan Latgabreg tingkat Kabupaten ini merupakan kegiatan BEP berskala kabupaten. Skala yang lebih tinggi adalah Latgabreg tingkat Wilayah DIY. Ke depan direncanakan akan diselenggarakan Latgabnas ke-10 tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Lapangan Garuda Komplek Candi Prambanan.
“Tokoh-tokoh nasional menginginkan kegiatan Latgabnas ke-10 tahun 2026 ini dilaksanakan sambil menikmati indahnya Candi Prambanan khususnya dan Yogyakarta-Jawa Tengah pada umumnya. Kami sudah melakukan berbagai persiapan dan kesiapan untuk itu. Semoga agenda tersebut dapat terlaksana sesuai rencana,” jelas Kung Maryadi, nama akrab yang biasa digunakan untuk menyapanya.

Latgabnas nantinya diharapkan akan dihadiri komunitas, praktisi, dan pegiat Bio Energy Power dari seluruh Indonesia. Panitia berharap agenda berskala nasional tersebut mampu menjadi momentum penguatan gerakan kesehatan berbasis energi dan kebugaran alami.
Lebih lanjut, Sumaryadi menegaskan bahwa anggota masyarakat dapat bergabung dengan kegiatan ON-OG BEP tanpa persyaratan khusus. Menurutnya, syarat utamanya hanya niat ingin hidup sehat, kuat, tetap semangat, dan disiplin dalam mengikuti kegiatan ON-OG BEP di rS terdekat. Setiap rS ada yang hanya mengembangkan BEP saja, namun ada beberapa rS yang memadukan atau mengolaborasikan dengan Jalan Nordik (Nordic Walking) sebagai olahraga awalnya.
“Tidak ada syarat khusus. Yang penting ada niat yang kuat ingin selalu sehat tanpa alat maupun obat, selanjutnya aktif dan disiplin mengikuti kegiatan di rS terdekat,” katanya.
Meski demikian, bagi anggota komunitas yang ingin menjadi pelatih atau pemandu BEP, diwajibkan mengikuti Training of Trainer (TOT). Tanpa sertifikasi dari pelatihan tersebut, seseorang belum diperbolehkan menjadi pelatih secara resmi.
Sementara itu, Ketua PKBSI DIY, Ir. Gatot Saptadi, menegaskan bahwa Bio Energy Power bukan sekadar aktivitas olahraga biasa, melainkan gerakan nasional yang bertujuan membangun kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Menurut Gatot, konsep BEP mengedepankan keseimbangan tubuh, pikiran, dan energi melalui olah napas serta gerakan-gerakan sederhana yang dilakukan.

“Bio Energy Power bukan hanya olahraga, tetapi gerakan nasional menuju kesehatan dan kesejahteraan bangsa. Kami ingin masyarakat sadar bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari diri sendiri melalui pola hidup sehat, disiplin, dan pengelolaan energi tubuh,” ungkap Gatot.
Ia menambahkan, PKBSI terus mendorong terbentuknya rS (Rumah Sehat) di berbagai daerah sebagai pusat edukasi dan pembinaan masyarakat. Dengan semakin banyaknya komunitas yang terlibat, Gatot optimistis gerakan BEP dapat menjadi alternatif positif dalam membangun budaya hidup sehat di Indonesia.
BACA JUGA : https://mediacitraindonesia.com/rahasia-olah-napas-segitiga-bep-dibedah-dalam-pkp-pelatih-di-ugm/
“Kami berharap masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga sehat secara mental, emosional, dan sosial. Inilah semangat besar yang dibangun PKBSI melalui Bio Energy Power,” tandasnya.














