Bakwan MBG Diduga Tercampur Cicak, Kodim 0730 Gunungkidul Bergerak Cepat Lakukan Sidak

Menu Makan Bergizi Gratis di TK ABA Grogol Viral, Dandim Turun Langsung ke SPPG Mulusan Paliyan

MCI – Gunungkidul, DIY | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di TK ABA Grogol, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, mendadak menjadi sorotan publik setelah menu bakwan diduga tercampur binatang jenis cicak. Kejadian tersebut viral di media sosial dan memicu keprihatinan masyarakat.

Informasi ini mencuat usai keluhan wali murid beredar di grup orang tua siswa dan menyebar luas ke publik. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa bakwan MBG mengandung cicak, bahkan sempat termakan oleh salah satu orang tua penerima makanan sebelum akhirnya dimuntahkan kembali karena merasakan rasa yang tidak wajar.

Peristiwa mengejutkan tersebut terjadi pada Jumat (9/1/2026) dan langsung menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, mengingat MBG merupakan program yang menyasar anak-anak usia dini dan kelompok rentan.

Menanggapi kejadian itu, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Mulusan Paliyan, selaku penyedia menu MBG. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/kapolda-diy-pimpin-sertijab-pejabat-utama-dan-kapolres-jajaran/

Letkol Inf Alfian membenarkan adanya keluhan dari wali murid terkait bakwan cicak tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak Kodim telah melakukan pengecekan langsung serta memberikan arahan tegas agar kualitas dan pengawasan makanan diperketat.

“Permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak sekolah, wali murid, dan SPPG. Namun evaluasi tetap dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Letkol Inf Alfian.

Sementara itu, Kepala SPPG Mulusan, Muhamad Agusto Re Firmansyah, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh, meskipun selama ini proses produksi dan distribusi makanan telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Agusto menegaskan komitmen SPPG untuk meningkatkan pengawasan dan kualitas MBG demi keamanan serta kesehatan penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

Kasus bakwan MBG tercampur cicak ini menjadi peringatan serius pentingnya pengawasan ketat dalam program pangan publik. Reaksi cepat Kodim 0730/Gunungkidul diharapkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program MBG berjalan aman, layak, dan benar-benar bergizi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *