MCI – Gunungkidul, DIY | Bau busuk menyengat yang diduga berasal dari aliran limbah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tancep di selokan tepi Jalan Cawas–Bayat, Padukuhan Sumberan, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, viral di media sosial. Keluhan warga tersebut mencuat setelah aroma tak sedap dilaporkan mengganggu kenyamanan pengguna jalan selama beberapa hari.
Persoalan itu menjadi perhatian publik setelah sebuah akun Instagram mengunggah video yang menyoroti kondisi air selokan di bawah saluran pembuangan SPPG Tancep. Unggahan tersebut turut mendapat tanggapan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang meminta agar keluhan dilaporkan melalui kanal Lapor Bupati untuk ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/10/2026) sore, Asisten Lapangan SPPG Tancep, Bayu, membenarkan bahwa pihaknya sengaja mengalirkan air limbah ke selokan di tepi jalan raya tersebut. Ia mengaku tidak menyangka proses pembuangan itu menimbulkan bau menyengat hingga dikeluhkan masyarakat.
“Memang disengaja, Mas. Saya juga tidak mengira bahwa baunya akan semenyengat itu dan mengganggu warga yang melintas,” kata Bayu.
Bayu menjelaskan, sebelum dialirkan ke selokan, air limbah tersebut telah melalui proses fermentasi dan penyaringan atau filtrasi. Namun, proses pengolahan yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir ternyata belum memberikan hasil sesuai harapan.

Menurutnya, pihak SPPG sedang melakukan percobaan untuk menemukan metode fermentasi dan penyaringan yang dinilai tepat sebelum air limbah dialirkan ke saluran pembuangan.
“Selama beberapa hari ini kami sedang bereksperimen untuk memfermentasi dan memfilter limbah yang akan dibuang ke selokan. Namun, ternyata usaha tersebut gagal dan membuat air di selokan menjadi bau menyengat,” jelasnya.
Bayu menilai bau yang muncul masih dalam batas wajar. Meski demikian, ia mengakui bahwa percobaan pengolahan limbah yang dilakukan pihaknya belum berjalan sebagaimana diharapkan.
Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi di lapangan. Berdasarkan keterangannya, persoalan tersebut telah selesai setelah pemeriksaan dilakukan oleh instansi terkait.
“Dinas Lingkungan Hidup juga telah datang untuk memeriksa kondisi lapangan, dan masalah juga telah selesai,” lanjutnya.

Pengelolaan Limbah Jadi Sorotan
Meski pihak SPPG menyatakan persoalan telah selesai, munculnya bau menyengat selama beberapa hari menjadi catatan penting dalam pengelolaan air limbah, terlebih saluran pembuangan berada di tepi jalan umum yang setiap hari dilalui masyarakat.
Pengakuan bahwa metode pengolahan limbah masih dalam tahap percobaan juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas proses fermentasi dan filtrasi sebelum air limbah dialirkan ke lingkungan.
Karena itu, diperlukan kejelasan mengenai hasil pemeriksaan DLH, kondisi terkini selokan, serta langkah perbaikan yang dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai hasil pemeriksaan DLH secara langsung, kondisi terbaru saluran air, serta hasil pengujian kualitas air limbah belum tercantum dalam informasi yang diperoleh.
Masyarakat pun berharap penanganan persoalan tersebut tidak hanya berfokus pada hilangnya bau sementara, tetapi juga memastikan pengelolaan limbah dilakukan secara tepat sehingga tidak kembali mengganggu kenyamanan warga maupun pengguna jalan.


l











