MCI – Gunungkidul, DIY | Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, akan menjadi pusat perhatian pada Jumat-Sabtu, 10-11 Juli 2026 mendatang. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul akan menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GGNS) Vol. 8.0, sebuah event tahunan yang bertujuan memperkenalkan kekayaan geologi, budaya, serta produk unggulan yang dimiliki kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark segmen Gunungkidul.
Event yang telah memasuki penyelenggaraan kedelapan ini menjadi salah satu agenda penting dalam upaya memperkuat eksistensi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark di tingkat nasional maupun internasional. Tahun ini, Gunungkidul Geopark Night Specta kembali mencatat prestasi dengan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, sekaligus menjadi kali ketiga event tersebut masuk dalam kalender event nasional bergengsi tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, ST., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Gunungkidul Geopark Night Specta bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana edukasi sekaligus promosi potensi kebumian yang dimiliki Gunung Sewu UNESCO Global Geopark.
“Melalui event ini kami berharap keberadaan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, khususnya segmen Gunungkidul, semakin dikenal dunia dan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.
Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan acara selama dua hari pelaksanaan. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah pemecahan Rekor MURI Senam Kreasi Penthul Tembem yang melibatkan ibu-ibu dari Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Gunungkidul.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan juga dapat menikmati Bazar UMKM yang berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai produk unggulan lokal khas Gunungkidul. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah promosi sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif di daerah.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap geopark, panitia juga menghadirkan program edukatif bertajuk Ngobrol Bareng Geopark. Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan wawasan langsung dari Badan Pengelola Geopark, akademisi, hingga perwakilan Paniradya Pati DIY mengenai pentingnya pelestarian kawasan geopark dan manfaatnya bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhi berbagai hiburan menarik seperti pertunjukan seni tradisional, mini stage, Festival Coklat, lomba display coklat bar, hingga konser penutup berupa Gamelan Orkestra yang dipadukan dengan penampilan bintang tamu spesial.
Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai melalui penyelenggaraan lomba fotografi geosite dan destinasi wisata, yang bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih mengenal sekaligus mempromosikan keindahan geosite dan destinasi wisata yang ada di Gunungkidul.
Penyelenggaraan Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 8.0 didukung melalui Dana Keistimewaan DIY Tahun 2026 pada urusan tata ruang untuk Satuan Ruang Strategis Gunung Sewu. Event ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, PERWOSI Kabupaten Gunungkidul, serta Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Gunungkidul.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghadirkan kemeriahan acara sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Sebagai informasi, kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark membentang di tiga wilayah yakni Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Pacitan dengan total 33 geosite. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 geosite berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul, salah satunya adalah Gunung Api Purba Nglanggeran yang telah dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus ikon geopark di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga geodiversity dan biodiversity semakin meningkat, sekaligus menjadikan geopark sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Handayani.














