Bajangan Baleharjo Jangan Digadaikan, Ini Aset Masa Depan Masyarakat

G Oon Rahmad Sukaryono Dorong Bajangan Jadi Kawasan Ekonomi Masa Depan Gunungkidu

MCI – Gunungkidul, DIY | Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Baleharjo, G Oon Rahmad Sukaryono, mendorong agar kawasan Bajangan yang berada di jalur Ring Road Timur Wonosari tidak hanya dipandang sebagai tanah kosong yang sewaktu-waktu dapat disewakan demi pemasukan jangka pendek desa.

Menurutnya, kawasan seluas kurang lebih 7 hektar tersebut memiliki nilai strategis dan berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru masyarakat Baleharjo di masa depan. Lokasinya yang berada dekat Terminal Dhaksinarga, berada di kawasan ibukota Kabupaten Gunungkidul, serta memiliki bentang sungai alami dinilai menjadi modal besar untuk pengembangan kawasan ekonomi rakyat modern.

Ia menyampaikan, kehadiran aktivitas ekonomi melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Baleharjo nantinya akan semakin memperkuat potensi kawasan Bajangan. KDMP disebut akan menjalankan berbagai unit usaha mulai dari gerai sembako, klinik, apotek, distribusi pupuk subsidi, gas elpiji, hingga kebutuhan pangan masyarakat.

“Perputaran ekonomi akan tumbuh. Masyarakat akan datang. Karena itu Bajangan jangan lagi hanya dipikir untuk kepentingan sesaat,” ujar G Oon Rahmad Sukaryono.

Ia menilai perkembangan Kota Wonosari yang terus bergerak maju harus disikapi dengan visi pembangunan jangka panjang. Menurutnya, Baleharjo memiliki peluang besar untuk membangun kawasan ekonomi rakyat yang tidak hanya hidup secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi wajah baru kawasan modern di Gunungkidul.

BACA JUGA : https://mediacitraindonesia.com/menikmati-keindahan-laut-selatan-dari-atas-tebing-on-the-rock-gunungkidul-jadi-destinasi-favorit-wisatawan/

Dalam gagasannya, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi “Bajangan Food Ecopark”, yakni kawasan ekonomi pangan modern berbasis koperasi desa yang mengintegrasikan perdagangan rakyat, pertanian modern, distribusi pangan, UMKM, ruang publik, hingga kawasan hijau produktif.

Ia membayangkan kawasan Bajangan nantinya tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menghadirkan plaza rakyat, agro market, greenhouse, riverwalk di tepi sungai, pusat UMKM, festival pangan, hingga ruang publik yang hidup dari pagi hingga malam.

Menurutnya, semua kawasan besar selalu dimulai dari keberanian memiliki visi jangka panjang. Karena itu pemerintah kalurahan diharapkan memiliki komitmen menjaga Bajangan sebagai aset strategis masa depan masyarakat Baleharjo.

Ia juga mengingatkan banyak daerah kehilangan aset terbaiknya karena pembangunan dilakukan tanpa arah dan tanpa grand desain yang matang. Akibatnya, generasi berikutnya hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

“Kawasan ini terlalu strategis untuk dipikir pendek. Bajangan memiliki peluang menjadi etalase ekonomi pangan modern Gunungkidul jika dibangun dengan visi besar dan perencanaan matang,” katanya.

BACA JUGA :  https://mediacitraindonesia.com/gunungkidul-resmi-terapkan-retribusi-wisata-100-persen-cashless-di-tpr-baron-utama/

Ia menambahkan pembangunan desa saat ini tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu membangun arah masa depan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, Bajangan bukan sekadar tanah desa, melainkan peluang lahirnya peradaban ekonomi baru bagi masyarakat Baleharjo dan kawasan Gunungkidul secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *