UNY Jadi “Arena Pertarungan” Insinyur Muda: Ratusan Mahasiswa Teknik Sipil Adu Inovasi dalam KJI & KBGI 2025

Kompetisi Nasional Teknik Sipil Hadirkan 1.253 Peserta; Menteri hingga Akademisi Soroti Pentingnya Inovasi Struktur Menuju Indonesia Emas 2045

MCI – Yogyakarta | Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY) berubah menjadi arena kompetisi teknik sipil terbesar di Indonesia ketika ratusan mahasiswa dari 24 perguruan tinggi berkumpul untuk mengikuti Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) XX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) XVI. Acara yang digelar Kamis–Minggu (13–16/11/2025) tersebut merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi sebagai wadah mengukur kreativitas, inovasi, serta ketangguhan rekayasa struktur mahasiswa Indonesia.

Adu Ketelitian dan Strategi Teknik Sipil

Sejak pagi, suasana GOR UNY berlangsung riuh. Para peserta menyusun model jembatan dan gedung dengan presisi tinggi. Mereka memperhitungkan aspek kekuatan struktur, efisiensi material, estetika, keamanan konstruksi, hingga kesesuaian standar teknis nasional. Tribun dipadati pendamping, dosen, hingga ratusan supporter dari berbagai daerah yang memberi dukungan penuh.

Ajang ini menjadi relevan di tengah tantangan pembangunan infrastruktur Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, rawan gempa, dan berkembang pesat secara ekonomi.

Dukungan Pemerintah: Regenerasi Inovator Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, mengapresiasi UNY yang menjadi tuan rumah kompetisi bertaraf nasional ini.

“KJI dan KBGI menekankan pentingnya rancangan struktur yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

“Ini bukan sekadar kompetisi, namun ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk berinovasi dan berkolaborasi.”

UNY Tegaskan Komitmen pada Pendidikan Teknik Berbasis Praktik

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Prof. Guntur, menyebut kompetisi ini sejalan dengan penguatan pendidikan berbasis praktik.

“Proses seleksi menuju babak final ini tidak mudah. Kompetisi ini mengasah kerja tim, pemecahan masalah, dan kepekaan terhadap isu lapangan,” katanya mewakili Rektor UNY.

Diikuti 34 Tim dari 24 Kampus, Total 1.253 Orang Hadir

Ketua Panitia, Dr. Ir. Faqih Ma’arif, memaparkan bahwa total ada 34 tim yang bertanding, terbagi dalam empat kategori:

10 tim jembatan model pelengkung

8 tim jembatan model rangka baja berskala

8 tim bangunan gedung baja

8 tim bangunan gedung beton pracetak

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/terbukti-selewengkan-dana-desa-lurah-dan-carik-bohol-gunungkidul-resmi-ditahan-kejari/

Total kehadiran di GOR UNY mencapai 1.253 orang, terdiri dari tim peserta, monev, dosen pembimbing, ketua tim, teknisi, hingga ribuan supporter.

Tiga Hari, Empat Tantangan, Satu Penentuan

Selama tiga hari, peserta berhadapan dengan empat tahapan penting:

1. Presentasi teknis

2. Perakitan model

3. Uji kekuatan dan efisiensi struktur

4. Pengujian beban, tahap yang paling menegangkan

Uji beban menentukan apakah rancangan mereka benar-benar mampu menjawab tantangan nyata pembangunan infrastruktur Indonesia yang kompleks dan berisiko tinggi.

UNY Kokoh sebagai Pusat Inovasi Teknik Sipil Nasional

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/drama-penyobekan-surat-dprd-umkm-diy-serbu-bri-wonosari-mantri-johan-terpojok-isu-etika/

Melalui penyelenggaraan KJI XX dan KBGI XVI 2025, UNY kembali menegaskan diri sebagai kampus yang aktif dalam pengembangan inovasi teknik, riset terapan, dan pembentukan insinyur muda Indonesia.

Kompetisi ini diharapkan melahirkan generasi teknokrat yang adaptif, kreatif, dan visioner, siap berkontribusi pada masa depan pembangunan Indonesia yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *