MCI – Yogyakarta, DIY | Suasana hangat menyelimuti Ballroom Hyatt Regency Yogyakarta pada Selasa malam. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 8TUALLY secara resmi meluncurkan Music Video (MV) berjudul “Melodi Nusantara”, hasil kolaborasi bersama Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (PSM UGM).
Acara dikemas dalam Press Conference eksklusif yang tidak hanya memperkenalkan karya musik visual tersebut, tetapi juga membangkitkan semangat nasionalisme melalui perpaduan seni suara dan visual sinematik yang memukau.
Lion Bagaskara, perwakilan 8TUALLY sekaligus ketua pelaksana acara, mengatakan bahwa peluncuran ini menjadi tantangan tersendiri karena menggabungkan pertunjukan langsung (live performance) dengan penayangan perdana video musik.
“Launching kali ini menjadi tantangan baru bagi kami. Menyatukan live performance dengan MV bukan hal yang mudah, tapi kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyentuh dan autentik bagi penonton,” ujar Lion.

Music Video “Melodi Nusantara” menampilkan energi kolaboratif antara keindahan vokal PSM UGM dan kekuatan visual yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia. Salah satu adegan paling berkesan memperlihatkan puluhan anggota paduan suara mengenakan busana adat Nusantara, berdiri di tengah gelapnya Balairung UGM sambil memegang lilin. Simbolisme ini menggambarkan semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang”, menegaskan pesan persatuan dan harapan bagi bangsa.
Rois Munandar, komposer lagu Melodi Nusantara, mengungkapkan bahwa karya ini berawal dari kerinduannya pada keasrian dan keteduhan Indonesia di masa kecilnya.
“Awalnya ini hanya instrumental berjudul Melodies of Nusantara, tapi dengan kolaborasi PSM UGM, pesan yang ingin kami sampaikan menjadi lebih luas dan hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Kylian Tulus, perwakilan PSM UGM, mengaku bangga dapat terlibat dalam proyek kolaboratif ini.
“Ini pengalaman pertama kami bekerja sama dengan pihak di luar UGM. Banyak pelajaran dan keseruan selama proses kreatifnya,” ungkapnya.
Semangat Sumpah Pemuda dan Pesan Nasionalisme
Peluncuran karya ini turut dihadiri tokoh nasional Gema Sasmita, Ketua Umum Gerakan Relawan Nasional (GERNAS), serta musisi senior Piyu dari grup band Padi. Dalam sambutannya, Gema menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada kata-kata, melainkan harus diwujudkan dalam karya nyata.
“Dulu para pemuda berjuang dengan kata dan pena, kini generasi muda berjuang dengan nada dan karya. Melodi Nusantara adalah bukti bahwa semangat itu belum padam,” tegas Gema.
Ia juga berharap karya ini menjadi gerakan nyata yang mampu menghidupkan sektor pariwisata dan UMKM Yogyakarta, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Perjuangan Hak Cipta dan Apresiasi Seniman
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia, yang akrab disapa Bio, menyoroti pentingnya perlindungan hak cipta bagi para pencipta lagu di tanah air.

“Sering kali karya cipta mengalami distorsi atau pelanggaran oleh pihak-pihak tertentu. Kami sedang berjuang memperkuat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 agar kesejahteraan pencipta musik bisa berjalan seiring perkembangan industri kreatif,” tegasnya.
Bio menilai Melodi Nusantara sebagai bukti nyata bahwa semangat berkarya di Indonesia tak akan pernah padam.
“Mari jadikan karya ini sebagai momentum untuk terus menghargai perjuangan para seniman dan komposer,” tambahnya.
Generasi Muda dan Harapan untuk Masa Depan
Menutup acara, Lion Bagaskara menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Dinas Kebudayaan DIY dan Kota Yogyakarta.
“Saya tidak menyangka semangat teman-teman PSM UGM dan tim MLID begitu luar biasa. Semoga karya ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya — bukan hanya rebahan,” ujarnya.














