Tragedi Ramadan di Gunungkidul, Ibu Rumah Tangga Ditemukan Gantung Diri di Kandang Sapi

Diduga Tertekan Masalah Ekonomi, Korban Sempat Ditemukan Masih Bernyawa sebelum Meninggal Dunia

MCI – Gunungkidul, DIY | Peristiwa gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul dan kali ini menambah daftar panjang tragedi yang kerap muncul, terutama saat bulan Ramadan. Seorang ibu rumah tangga berinisial YA (50), warga Padukuhan Krambil, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, ditemukan meninggal dunia usai gantung diri di kandang sapi dekat rumahnya, Minggu (22/02/2026) dini hari.

Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco, menjelaskan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh suami korban sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, suami korban mendapati YA dalam kondisi tergantung dan langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

“Warga yang mendengar teriakan segera mendatangi lokasi dan mendapati suami korban tengah berusaha menolong. Beberapa warga kemudian membantu memotong tali dan mengevakuasi korban ke dalam rumah,” ujarnya.

Saat berhasil diturunkan, korban diketahui masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Warga sempat memberikan pertolongan pertama sembari melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun, ketika tim medis dari Puskesmas Panggang datang untuk melakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/nekat-salip-truk-di-pleret-mahasiswa-alami-cidera-kepala-berat-dan-patah-kaki/

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga tindakan nekat tersebut dipicu oleh persoalan ekonomi yang tengah dihadapi korban.

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan unsur kekerasan. Korban meninggal akibat gantung diri, diduga karena tekanan ekonomi,” imbuh Kapolsek.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kasus bunuh diri di wilayah Gunungkidul masih menjadi persoalan serius. Terlebih pada bulan Ramadan, yang seharusnya menjadi momentum peningkatan spiritual dan kebersamaan, justru sering diwarnai tragedi akibat tekanan hidup, beban ekonomi, hingga persoalan pribadi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan. Dukungan moral, komunikasi, dan kepedulian sosial diharapkan mampu mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *