Tahun Baru, Jalan Baru: Warga Nitikan Timur Resmikan Cor Blok Swadaya Sepanjang 470 Meter

MCI – Semanu, Gunungkidul | Semangat Tahun Baru, Jalan Baru terasa kuat di Padukuhan Nitikan Timur, Kalurahan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Pada Kamis, 1 Januari 2026, warga RW 10 secara resmi meresmikan pembangunan jalan cor blok hasil swadaya masyarakat seppanjang total 470 meter. Jalan tersebut menghubungkan sejumlah RT sekaligus memperlancar akses sosial dan ekonomi warga.

Pembangunan jalan meliputi Jalan Donojoyo sepanjang sekitar 230 meter dengan anggaran Rp16 juta. Jalan ini menjadi akses penghubung RT 2 ke RT 1, sekaligus jalur tembus antara Padukuhan Nitikan Timur dan Nitikan Barat serta akses menuju Makam Donojoyo. Selain itu, Jalan Poncorejo sepanjang 240 meter dibangun dengan biaya Rp19 juta dan berfungsi sebagai jalan tembus antara RT 2 dan RT 3.

Ketua tokoh masyarakat, Ibnu Ali Puji Hartono, SH, MH, menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan murni dari masyarakat untuk masyarakat, mulai dari pendanaan, tenaga, hingga pengawasan.

Pengerjaan jalan dimulai sejak 14 Desember 2025 dan rampung pada 25 Desember 2025, atau hanya dalam waktu kurang dari dua pekan.

“Ini kegiatan swadaya masyarakat RW 10 yang terdiri dari RT 1, RT 2, dan RT 3. Jalan ini dulu hanya berupa jalan makadam hasil swadaya juga. Sekarang kami tingkatkan agar aktivitas warga lebih lancar dan perekonomian bisa bergerak,” ungkap Ibnu Ali.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjadi upaya menjaga guyub rukun dan semangat gotong royong. Seluruh pekerjaan dilakukan oleh warga setempat tanpa melibatkan kontraktor maupun pihak luar.

“Kami ingin membuktikan bahwa masyarakat mampu menjadi pelopor pembangunan. Kalau semuanya dibebankan kepada pemerintah tentu berat. RW 10 ini ingin menjadi pioneer bagi RT dan RW lain, khususnya di Gunungkidul,” tambahnya.

Ibnu Ali juga mengungkapkan bahwa usulan perbaikan jalan sebenarnya telah diajukan sejak tahun 1990-an melalui tingkat padukuhan. Namun hingga tahun 2025 belum terealisasi dari pemerintah, sehingga mendorong warga untuk bergerak secara mandiri.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/terbukti-selewengkan-dana-desa-lurah-dan-carik-bohol-gunungkidul-resmi-ditahan-kejari/

Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, Sabuang Suwito, tak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagianya saat peresmian berlangsung di awal tahun baru.

“Saya sangat senang dan bangga. Ini bukti kekompakan warga. Jalan baru ini bukan hanya mempermudah akses, tapi juga mempererat kebersamaan,” ujarnya dengan mata berbinar.

Namun di balik kebahagiaan tersebut, Sabuang juga menyampaikan kekecewaan halus terhadap minimnya perhatian dari Pemerintah Kalurahan Semanu.

“Terus terang kami sedikit kecewa karena perhatian terhadap padukuhan masih kurang. Padahal jalan adalah kebutuhan pokok masyarakat. Mudah-mudahan ke depan pemerintah lebih hadir dan peduli,” tuturnya.

Ke depan, warga RW 10 masih memiliki sejumlah rencana pembangunan lanjutan, di antaranya jalan tembus RT 2–RT 1 menuju Jalan Nasional III sepanjang kurang lebih 350 meter, serta jalan usaha tani penghubung RT 2 dan RT 3 yang akan dikerjakan secara bertahap.

“Nanti rencananya akan kami ajukan ke pemerintah, atau jika memungkinkan kembali dengan swadaya. Semua ini tak lepas dari bantuan warga, baik pikiran, tenaga, maupun biaya,” pungkas Ibnu Ali.

Peresmian jalan ini menjadi simbol kuat bahwa partisipasi masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata. Di awal tahun 2026, warga Nitikan Timur membuktikan bahwa jalan baru bisa lahir dari kebersamaan, meski tanpa sentuhan langsung anggaran pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *