Haul Ambar Polah ke-7 “Nyanyian Rakyat”: Seniman Jogja Bersatu Merawat Warisan Kreativitas dan Suara Perjuangan

Digelar di Jogja Expo Center, peringatan tujuh tahun wafatnya Ambar Polah menjadi ruang refleksi, kolaborasi seni, dan penghormatan atas karya serta nilai keberpihakannya kepada rakyat.

MCI – Yogyakarta | Peringatan Haul Ambar Polah ke-7 digelar pada Selasa, 18 November 2025, di Parkir Barat Jogja Expo Center (JEC). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, refleksi, dan penghormatan atas kontribusi almarhum Ambar Polah, seorang seniman dan penggerak kreatif Yogyakarta yang dikenal dekat dengan rakyat dan memiliki komitmen kuat terhadap kejujuran nurani.

Pada tahun ini, haul mengusung tema “Nyanyian Rakyat”, yang terinspirasi dari karya-karya Ambar Polah yang kaya kritik sosial dan keberpihakan pada suara kaum kecil. Tema tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi para peserta untuk merenungi perjalanan bangsa, meneguhkan nilai keberanian, serta merayakan warisan budaya yang ditinggalkan almarhum.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/jiaf-2025-jogja-international-art-fair-siap-digelar-di-yogyakarta-hadirkan-bursa-seni-terbesar-di-indonesia/

Ruang Doa, Pertemuan Batin, dan Silaturahmi

Haul dimulai dengan doa bersama untuk almarhum Ambar Polah, memohonkan kelapangan dan tempat terbaik di sisi Allah Swt. Bagi keluarga dan sahabat, peringatan ini bukan hanya mengenang kepergian Ambar, tetapi merawat persambungan hati yang terjalin sejak masa hidupnya.

Ketua Panitia, Nurul Muslimin, menyampaikan bahwa haul ini sengaja disusun sebagai ruang bagi sahabat dan komunitas seni untuk terus menjaga semangat yang diwariskan Ambar.

“Peringatan ini bukan hanya mengenang almarhum, tetapi menghidupkan kembali gagasan dan keberpihakan yang selama ini beliau perjuangkan. Mas Ambar selalu membawa suara rakyat dalam karya-karyanya. Semoga melalui haul ini, nilai itu bisa diwariskan kepada generasi kreatif Yogyakarta,” jelas Nurul.

Pertemuan Seniman dan Kreator: Menghidupkan Kolaborasi Baru

Haul Ambar Polah ke-7 menjadi titik temu bagi komunitas seni, kreator, dan pelaku industri kreatif. Melalui interaksi lintas komunitas, acara ini diharapkan melahirkan gagasan baru, menguatkan kolaborasi, serta memperkokoh ekosistem seni budaya Yogyakarta.

Kegiatan ini digagas oleh komunitas Sedulur Ambar, yang terdiri atas berbagai lembaga dan individu seperti Tratag Budaya Estetik, Kadin DIY, Asmindo Komda DIY, Malioboro Classical, NR Manajemen, Tjongpik, Balung Sempal, Sirkus Barock, MMPI (Mari Membaca Puisi Indonesia), serta sejumlah sahabat pribadi Ambar Polah.

Opick: Ambar Tetap Menjadi Magnet yang Menguatkan Perjumpaan

Musisi religi Opick turut hadir dan membawakan empat lagu dalam peringatan ini. Ia mengaku terharu melihat bagaimana sosok Ambar masih mampu menyatukan banyak orang meski telah tujuh tahun wafat.

“Mas Ambar itu magnet. Nilai dan amalnya di masa lalu membuat kita semua bisa berkumpul hari ini. Yang terbaca dari haul ini adalah betapa luas keberkahan yang beliau tinggalkan. Saya merasa sangat terhormat bisa ikut mengisi acara ini dengan empat lagu sebagai bentuk penghormatan,” ujar Opick.

Ia menambahkan bahwa Ambar adalah sosok yang melihat seni bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai jalan perjuangan dan keberpihakan pada masyarakat kecil.

Sawung Jabo: Seniman Muda Harus Belajar Menjadi Diri Sendiri

Sahabat dekat sekaligus rekan perjuangan Ambar, Sawung Jabo, mengungkapkan bahwa peringatan seperti ini penting untuk mengenang orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan berkesenian Yogyakarta.

“Ambar itu sosok kreatif. Dia punya cita-cita besar untuk Jogja dan senang berbagi gagasan. Dia serius, tapi tetap bisa mencairkan suasana dengan canda. Itu yang membuatnya disukai banyak orang,” kenang Jabo.

Ia juga memberikan pesan kepada generasi muda:

“Untuk para seniman muda, jadilah diri sendiri. Berkaryalah dengan karakter kalian masing-masing. Itu pesan yang selalu dibawa Ambar, dan itu yang harus terus dijaga.”

Konser Penutup: Gema Persahabatan yang Tak Pernah Padam

Haul ditutup dengan konser oleh Sawung Jabo dan kelompok Sirkus Barock, menghadirkan suasana hangat penuh kenangan. Pertunjukan ini menjadi simbol nyanyian persahabatan dan perjuangan yang tak pernah padam gema cinta dan nilai kebenaran yang selama ini dibawa Ambar Polah dalam setiap langkah kreatifnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *