MCI – Kulonprogo, DIY | Aksi pencurian kembali menyasar minimarket jaringan nasional Alfamart. Kali ini, gerai Alfamart Tambak yang berada di Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates, Kulonprogo, dibobol pencuri. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, saat karyawan hendak membuka toko.
Kasi Humas Polres Kulonprogo Iptu Sarjoko mengatakan, saksi mendapati kondisi di dalam toko sudah acak-acakan. Selain itu, ditemukan lubang pada tembok samping timur bangunan yang diduga menjadi jalur masuk pelaku.
“Barang-barang di dalam toko berantakan dan terdapat lubang di tembok sisi timur,” jelas Iptu Sarjoko.
Akibat kejadian tersebut, pihak Alfamart kehilangan susu kaleng, sejumlah rokok, serta uang modal kasir. Hingga kini, total kerugian masih dalam pendataan, sementara pelaku masih dalam penyelidikan oleh kepolisian.
Peristiwa di Kulonprogo ini menambah daftar panjang pencurian Alfamart di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan catatan lapangan dan pengalaman liputan peristiwa kriminal, Alfamart tercatat paling sering menjadi sasaran pembobolan dibandingkan minimarket jaringan lainnya.
Di Gunungkidul, pencurian Alfamart kerap terjadi di wilayah Tepus, Rongkop, Saptosari, Playen, hingga Semin, dengan modus serupa berupa menjebol tembok atau masuk dari sisi bangunan yang minim pengawasan.
Sementara di Kulonprogo, selain kasus terbaru di Wates, pencurian Alfamart juga pernah terjadi di wilayah Sentolo, Pengasih, Lendah, dan Galur.
Baca juga : https://mediacitraindonesia.com/alfamart-tepus-dibobol-maling-brankas-raib-rp150-juta/
Di Bantul, minimarket Alfamart dilaporkan beberapa kali dibobol di kawasan Imogiri, Pleret, Jetis, Bambanglipuro, dan Sewon, terutama gerai yang berada di jalur sepi atau dekat area persawahan.
Tak hanya wilayah pinggiran, Kota Yogyakarta pun mencatat kasus serupa di wilayah Umbulharjo, Kotagede, Tegalrejo, dan Mantrijeron, meski berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat relatif padat.
Sedangkan di Sleman, pencurian Alfamart juga muncul di wilayah Gamping, Mlati, Depok, Kalasan, hingga Ngaglik, dengan pola kejadian yang hampir sama.
Fenomena berulang ini memunculkan sorotan terhadap sistem keamanan minimarket, khususnya Alfamart. Dalam banyak kasus yang diliput, rekaman CCTV kerap tidak aktif atau tidak berfungsi optimal, sehingga menyulitkan proses penyelidikan dan pengungkapan pelaku.
Modus operandi pelaku pun relatif seragam, mulai dari menjebol tembok samping atau belakang, hingga memanfaatkan area bangunan yang minim penerangan dan pengawasan malam hari.
Pihak kepolisian mengimbau pengelola minimarket untuk meningkatkan sistem keamanan, memastikan CCTV berfungsi maksimal, serta memperkuat koordinasi dengan aparat setempat guna mencegah terulangnya aksi serupa.
Kasus pencurian Alfamart di Kulonprogo ini kini masih dalam penanganan Polres Kulonprogo.













