MCI – Gunungkidul, DIY | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul kembali menjadi sorotan publik setelah penerima manfaat menemukan belatung di menu makanan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kamis (07/05/2026).
Video temuan tersebut langsung beredar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan standar kebersihan serta pengawasan dalam pelaksanaan program pemerintah yang seharusnya menjamin makanan sehat dan layak konsumsi.

Dikonfirmasi awak media, pihak SPPG Kedungpoh melalui HNF membenarkan adanya kejadian tersebut. Meski demikian, ia menyebut persoalan itu telah diselesaikan secara internal.
“Benar, tapi masalah itu sudah kami selesaikan di bawah,” ujarnya saat ditemui di SPPG Kedungpoh.
Sementara itu, AB, orang tua penerima manfaat, mengungkapkan bahwa pihak yayasan telah datang langsung ke rumah untuk meminta maaf dan mengakui adanya kelalaian dari pihak SPPG.
“Tadi datang ke rumah, orang dari yayasan mengakui bahwa kejadian tersebut murni kesalahan pihak SPPG dan akan segera melakukan evaluasi agar ke depan lebih baik,” kata AB, Jumat (08/05/2026).
Menurut AB, pihak yayasan juga meminta agar persoalan tersebut dianggap selesai setelah adanya permintaan maaf dan komitmen evaluasi.
Namun demikian, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius masyarakat. Pasalnya, SPPG Kedungpoh disebut telah beberapa kali mengalami persoalan sejak awal berdiri. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terkait kualitas pengelolaan makanan serta sistem pengawasan dalam program MBG.
Publik berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Sebab di balik tujuan mulia program makan bergizi gratis, kualitas dan kebersihan makanan menjadi hal utama yang tidak bisa ditawar.
Viralnya temuan belatung di menu MBG Kedungpoh kini menjadi tamparan serius bagi seluruh penyelenggara program pelayanan gizi gratis. Masyarakat pun berharap adanya evaluasi menyeluruh dan pengawasan lebih ketat agar program pemerintah tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tidak justru menggerus kepercayaan publik.














