Universitas Telkom Terapkan IoT di Desa Wareng, Petani Kini Bisa Pantau Kondisi Tanah Secara Real-Time

MCI – Wonosari, Gunungkidul, DIY | Fakultas Informatika Universitas Telkom menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu petani Desa Wareng memantau kondisi perkebunan secara akurat dan berkelanjutan. Inovasi ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertema Pemanfaatan Teknologi IoT untuk Monitoring Kelembapan Tanah di Perkebunan Desa Wareng yang digelar pada Kamis (8/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Timoer Sentosa, Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Informatika Universitas Telkom dan Pemerintah Kalurahan Wareng sebagai upaya mendorong transformasi digital di sektor pertanian desa.

Melalui program ini, tim Abdimas Universitas Telkom mengimplementasikan sistem monitoring perkebunan berbasis IoT yang mampu memantau kelembapan tanah secara otomatis. Sistem tersebut juga dilengkapi dengan berbagai sensor pendukung, seperti sensor pH tanah, sensor kelembapan udara, serta sensor suhu lingkungan. Data dari seluruh sensor dikirim dan ditampilkan secara real-time melalui platform berbasis web.

Perwakilan tim Abdimas Fakultas Informatika Universitas Telkom, Dr. Sutiyo, S.T., M.Eng., mengatakan penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan pertanian di Desa Wareng.

“Dengan teknologi IoT ini, masyarakat dapat memantau kondisi tanah dan lingkungan perkebunan secara lebih akurat dan berkelanjutan. Pengambilan keputusan terkait pengairan dan perawatan tanaman bisa dilakukan dengan lebih tepat,” ujarnya.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/sobat-bumi-uny-tanam-mangrove-di-pantai-baros-dorong-kepedulian-lingkungan-pesisir-bantul/

Apresiasi juga disampaikan oleh Lurah Kalurahan Wareng, Ari Wibawa, S.Ip. Ia menilai penerapan teknologi IoT menjadi langkah maju bagi petani desa dalam menghadapi tantangan pertanian modern.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Kehadiran teknologi IoT sangat membantu petani kami untuk memantau kondisi lahan secara mudah dan modern. Harapannya, inovasi ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjadi contoh penerapan teknologi di desa,” katanya.

Seluruh hasil pemantauan sensor IoT tersebut dapat diakses oleh masyarakat secara real-time melalui laman iot.atmadja.id, sehingga petani tidak perlu lagi melakukan pengukuran manual langsung di lapangan.

Melalui kegiatan Abdimas ini, masyarakat Desa Wareng diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya pertanian, mulai dari pengaturan irigasi hingga menjaga kualitas tanah. Program ini juga menjadi sarana peningkatan literasi teknologi masyarakat desa sekaligus mendukung pengembangan pertanian cerdas (smart agriculture) berbasis IoT.

Program Pengabdian Masyarakat Fakultas Informatika Universitas Telkom ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis inovasi, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah desa dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *