Masuk Wisata Cukup Bawa Sampah, Kuta View Jadi Pelopor di Batu Bara

Pertama di Kabupaten Batu Bara, Destinasi Binaan PT INALUM Terapkan Tiket Masuk Dibayar dengan Sampah Rumah Tangga

MCI – Batu Bara, Sumut | Inovasi pengelolaan lingkungan berbasis pariwisata lahir dari Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara. Destinasi wisata Kuta View resmi memperkenalkan terobosan unik dengan menerapkan sistem tiket masuk yang dapat dibayar menggunakan sampah rumah tangga terpilah, menjadikannya yang pertama di Kabupaten Batu Bara.

Melalui kebijakan ini, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas wisata mulai dari kolam renang hingga area rekreasi keluarga cukup dengan membawa sampah bernilai guna seperti botol plastik dan kardus. Sampah yang terkumpul selanjutnya dikelola secara profesional melalui kerja sama dengan Bank Sampah Berseri sebagai mitra strategis.

Pelopor Wisata Berbasis Ekonomi Sirkular

Konsep “Bayar Pakai Sampah” yang diterapkan Kuta View digagas oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat sebagai bagian dari pengembangan agroeduwisata terintegrasi. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan sejak dari tingkat rumah tangga.

Ketua Pokdarwis Kuta View, Naharuddin, menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan wujud komitmen pengelola dalam merespons persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan lingkungan desa.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi juga pulang membawa kesadaran baru tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah,” ujarnya.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/pelatihan-ispo-sumut-2025-sawit-berkelanjutan-budaya-tetap-dijunjung/

Diferensiasi Kuat dari Destinasi Wisata Lain

Di tengah berkembangnya berbagai destinasi wisata di Kabupaten Batu Bara seperti Edu Ekowisata Pantai Sejarah, Wisata Paloh Naga, dan Wisata Sawah Raja Kuta View hadir dengan konsep yang berbeda dan inovatif. Hingga kini, belum ada destinasi wisata di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang secara langsung menerapkan sistem pembayaran tiket menggunakan sampah sebagai solusi konkret pengelolaan sampah domestik.

Inovasi tersebut menempatkan Kuta View sebagai pionir wisata berbasis ekonomi sirkular di Batu Bara, sekaligus menjadi contoh nyata integrasi sektor pariwisata dengan pelestarian lingkungan.

Wisata Terjangkau, Lingkungan Lebih Bersih

Selain menghadirkan wisata yang terjangkau dan edukatif, kebijakan ini dinilai turut membantu pemerintah desa dalam menekan volume sampah yang kerap dibuang sembarangan atau dibakar. Dengan mengonversi sampah menjadi nilai ekonomi dan akses wisata, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Tak hanya menawarkan kolam renang, Kuta View juga menyuguhkan panorama persawahan yang asri serta berfungsi sebagai pusat aktivitas masyarakat (community hub). Ke depan, destinasi ini diharapkan mampu menjadi role model pengembangan desa wisata ramah lingkungan di Sumatera Utara.

Bagi masyarakat yang ingin berlibur sambil berkontribusi menjaga bumi, Kuta View Kuala Tanjung menjadi pilihan tepat cukup bawa sampah plastik Anda, dan nikmati wisata tanpa harus merogoh kocek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *