MCI – Gunungkidul, DIY | Yakkum Emergency Unit (YEU) Yogyakarta menggelar audiensi IDEAKSI 2.0 bersama para inovator lokal Gunungkidul serta pemangku kepentingan pemerintah daerah dalam pertemuan yang berlangsung hari ini, Senin (17/11/2025), di Hotel Santika Gunungkidul.
Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi, memperluas dukungan pendanaan, dan mendorong keberlanjutan inovasi berbasis masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.
YEU ( Yakkum Emergency Unit) Tegaskan Dukungan terhadap Inovator Gunungkidul
Proyek Manager YEU, Jessica Novia, menjelaskan bahwa audiensi ini menjadi momentum mempertemukan inovator dengan pihak pemerintah dalam rangka memperkuat pengembangan usaha lokal.

“Pertemuan hari ini menjadi ruang dialog bagi para inovator Gunungkidul untuk mengembangkan usaha pertanian, peternakan, dan inovasi ramah difabel. YEU ( Yakkum Emergency Unit ) hadir memberikan pendampingan, pendanaan, serta memperkuat program pengurangan risiko bencana berbasis komunitas,” ungkapnya.
Salah satu inovasi yang mendapat pendampingan YEU adalah pemanfaatan bambu kering untuk mencegah longsor oleh Karangtaruna Prima Gadung, yang dinilai berpotensi direplikasi di wilayah rawan bencana.
Jessica berharap pemerintah daerah semakin aktif merangkul kegiatan pendampingan Yakkum.
“Kami berharap dinas terkait di Gunungkidul dapat turut menguatkan kegiatan ini agar dampaknya semakin luas,” tambahnya.
Kelompok Tani Ngudi Makmur: Bukti Nyata Dampak Pendanaan YEU
Salah satu inovator yang merasakan manfaat pendanaan YEU adalah Kelompok Tani Ngudi Makmur dari Padukuhan Bolang, Girikarto, Panggang.

Ketua kelompok, Marini, menjelaskan bahwa mereka telah memperkuat usaha pertanian dan peternakan sejak bermitra dengan Yakkum.
Kelompok ini memperoleh pendanaan Rp142 juta, yang kemudian dikembangkan melalui:
- Sektor peternakan: 13 ekor kambing berkembang menjadi 28 ekor.
- Sektor pertanian: Setelah sukses menggarap palawija, kini bersiap mengembangkan bawang merah di lahan anggota.
“Untuk perluasan usaha, kami akan berkirim surat ke Pemerintah Kalurahan agar dapat memanfaatkan Tanah Khas Desa,” ujar Marini.
DPRD Gunungkidul Apresiasi Upaya YEU dan Inovator
Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin, turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif Yakkum dalam membina masyarakat dan memperkuat kapasitas para inovator lokal.

“Semoga sinergi ini membawa dampak positif bagi petani dan inovator Gunungkidul, sehingga kesejahteraan masyarakat benar-benar meningkat,” ungkapnya.
IDEAKSI 2.0 Fokus Perkuat Inovasi Gunungkidul
Melalui program IDEAKSI 2.0 (Community LED Innovation Partnership), YEU menargetkan:
- Memperkuat kolaborasi strategis antara inovator Gunungkidul dan pemerintah daerah.
- Mengidentifikasi peluang dukungan kebijakan dan pendanaan.
- Membantu inovator menyiapkan proposal agar dapat masuk program pemerintah desa maupun kabupaten.
Kegiatan ini juga menjadi pintu pembuka untuk tindak lanjut pendampingan proposal dan dialog lanjutan antara inovator dengan dinas terkait di Gunungkidul.
Membangun Ketangguhan dari Desa
YEU menegaskan komitmennya untuk terus mengangkat inovasi lokal Gunungkidul sebagai bagian penting dari sistem penanggulangan bencana dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Dengan sinergi multipihak, inovasi masyarakat diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi model ketangguhan desa yang inklusif dan berkelanjutan.














