MCI – Gunungkidul, DIY | Tak semua luka terlihat. Tak semua jeritan terdengar. Namun, di balik kehidupan yang tampak biasa, bisa saja ada seseorang yang sedang berjuang dalam diam.
Selasa, 31 Maret 2026, menjadi momen refleksi bagi masyarakat Gunungkidul. Menyusul kasus bunuh diri yang kembali terjadi, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan pesan yang tidak sekadar imbauan, tetapi juga ajakan menyentuh hati agar tak ada lagi yang merasa sendirian.
Dalam wawancara yang dilakukan hari itu, Kapolres tidak hanya berbicara sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli akan keselamatan warganya.
“Bunuh diri bukanlah solusi. Setiap masalah pasti ada jalan keluar, apalagi jika dihadapi bersama,” ungkapnya dengan nada penuh harap.
Pesan itu sederhana, namun memiliki makna mendalam. Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan, sering kali kita lupa untuk sekadar bertanya, “Apa kamu baik-baik saja?”
Kapolres menekankan, keluarga adalah tempat pertama dan utama untuk kembali. Di sanalah seharusnya setiap individu menemukan dukungan, didengar tanpa dihakimi, dan dikuatkan tanpa syarat.
Namun realitas tak selalu seindah harapan. Ada kalanya seseorang memilih diam, menyembunyikan beban, hingga akhirnya tenggelam dalam kesepian yang tak terlihat.
Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih peka. Perubahan sikap, menarik diri dari lingkungan, hingga hilangnya semangat hidup bukanlah hal sepele. Itu bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang membutuhkan pertolongan.
“Perkuat komunikasi dalam keluarga, jangan abaikan tanda-tanda depresi. Jika perlu, segera cari bantuan profesional,” tegasnya.
Lebih dari itu, Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berani bertindak. Kepedulian tidak cukup hanya dirasakan, tetapi juga harus diwujudkan.
Jika menemukan kondisi yang membahayakan, masyarakat diminta tidak ragu untuk melapor kepada pihak berwenang. Sebab, satu langkah kecil kepedulian bisa menjadi penyelamat bagi seseorang.
Gunungkidul bukan hanya tentang bentang alamnya yang indah, tetapi juga tentang bagaimana warganya saling menjaga. Tentang bagaimana empati tumbuh di antara kehidupan sosial yang beragam.
Di akhir pesannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun lingkungan yang peduli dan kondusif.
Sebab pada akhirnya, keselamatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama.
Dan mungkin, dari kepedulian sederhana dari sapaan hangat, dari telinga yang mau mendengar kita bisa menyelamatkan satu nyawa. Atau bahkan lebih.
















