Rem Blong, Petani di Nglipar Tewas Terperosok ke Jurang Sedalam 20 Meter

Motor yang dikendarai korban melaju tak terkendali di jalan menurun tajam saat hendak mengantar rekannya berobat ke rumah sakit.

MCI – Gunungkidul, DIY |Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di jalan umum Sriten–Pilangrejo, tepatnya di Padukuhan Ngangkruk, Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 09.40 WIB. Seorang pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian setelah kendaraan yang dikemudikannya terperosok ke jurang sedalam sekitar 20 meter.

Kapolsek Nglipar, AKP Aris Sugiyanto, menjelaskan bahwa korban bernama Wasimin (55), warga Padukuhan Sriten, Kalurahan Pilangrejo. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam merah bernomor polisi AB 3076 MR bersama rekannya Jumingan (51), yang duduk di belakang.

“Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat rem blong. Kendaraan kehilangan kendali saat melintas di jalan menurun dan langsung terjun ke jurang. Pengendara meninggal dunia di lokasi, sedangkan pembonceng mengalami luka berat,” ujar AKP Aris Sugiyanto, Rabu (8/10/2025).

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/hari-kedua-tmmd-reguler-ke-126-semangat-gotong-royong-tni-dan-warga-candirejo-panaskan-pembangunan-talud/

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, Wasimin mengalami luka parah pada bahu kiri, leher kiri, dan kepala hingga meninggal dunia di tempat. Sementara itu, Jumingan, warga satu padukuhan dengan korban, mengalami luka serius dan kini dirawat di RSUD Wonosari dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Menurut keterangan polisi, kecelakaan bermula ketika korban berniat mengantar Jumingan berobat. Saat melewati jalur menurun tajam di wilayah perbukitan Ngangkruk, sepeda motor yang dikendarai tiba-tiba tidak bisa dikendalikan. Diduga rem blong, motor meluncur deras ke bawah dan akhirnya jatuh ke jurang.

Kapolsek Nglipar mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara di jalur perbukitan, terutama pada medan menurun dan licin.
“Periksa kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, sebelum bepergian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *