RAT 2025 BMT Dana Insani: 90 Persen Pembiayaan Mengalir ke UMKM, Dorong Ekonomi Kerakyatan Gunungkidul

Digelar Lebih Awal di Gunungkidul, BMT Dana Insani Tegaskan Tata Kelola Transparan dan Komitmen Pemberdayaan Anggota

MCI – Gunungkidul, DIY | Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Dana Insani menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2025 di Aula Gedung BMT Dana Insani, Jalan Tentara Pelajar No. 53, Kepek, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Agenda tahunan ini menjadi ruang evaluasi kinerja sekaligus penguatan komitmen lembaga dalam mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kerakyatan di wilayah Gunungkidul.

Ketua Pengurus BMT Dana Insani, Kurniawan Fahmi, M.P., menyampaikan bahwa dari total plafon pembiayaan sekitar Rp76 miliar, sebesar 90 persen dialokasikan untuk sektor produktif, terutama UMKM. Adapun 10 persen lainnya disalurkan untuk pembiayaan konsumtif, seperti pendidikan dan kebutuhan rumah tangga. Secara riil, sekitar 50 persen portofolio pembiayaan benar-benar menyasar pelaku UMKM, khususnya kelompok ekonomi bawah.

Tidak hanya fokus pada penyaluran modal, BMT Dana Insani juga menjalankan fungsi pemberdayaan melalui unit Baitul Maal. Program pendampingan UMKM meliputi fasilitasi sertifikasi halal, pengurusan PIRT, pendampingan desain produk, hingga pembinaan kemasan (packaging) agar produk pelaku usaha lokal memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar.

“Harapannya, UMKM tidak hanya tumbuh dari sisi permodalan, tetapi juga naik kelas dari sisi kualitas produk dan daya saing,” ujar Kurniawan.

Dari sisi keanggotaan, BMT Dana Insani saat ini mengelola sembilan kantor layanan dengan jumlah anggota aktif lebih dari 10.000 orang. Pada pelaksanaan RAT 2025, sekitar 400 peserta diundang dengan tingkat kehadiran hampir penuh. Tingginya partisipasi anggota tersebut mencerminkan kuatnya peran RAT sebagai forum demokrasi tertinggi dalam koperasi.

Dalam menjaga kepercayaan anggota, BMT Dana Insani menegaskan komitmen penerapan prinsip tata kelola “4M”, meliputi Manajemen Kelembagaan, Manajemen Usaha, Manajemen SDM, dan Manajemen Keuangan. Seluruh laporan keuangan disampaikan secara berkala kepada anggota dan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/mak-bumdesma-murakabi-digelar-di-terbah-bahas-laporan-2025-dan-rencana-kerja-2026/

Sejumlah tantangan juga diakui pengurus, mulai dari dampak dinamika ekonomi global dan nasional terhadap ekonomi lokal, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, hingga persoalan tata ruang dan perizinan kantor layanan di wilayah selatan Gunungkidul. Untuk menjawab tantangan tersebut, BMT Dana Insani memperkuat kolaborasi dengan Dinas Koperasi, pemerintah daerah, BPN, serta berbagai asosiasi, sekaligus mendorong sinergi antarkoperasi di Gunungkidul.

Pendekatan syariah yang humanis menjadi ciri khas pembinaan anggota. BMT Dana Insani mengedepankan pendekatan kekeluargaan melalui silaturahmi, komunikasi personal, hingga doa bersama bagi anggota yang mengalami kendala pembiayaan. Pola pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan serta menyelesaikan persoalan secara lebih adil dan berkeadilan sosial.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM DIY, Ir. Setyo Hastuti, M.P., mengapresiasi BMT Dana Insani sebagai salah satu koperasi yang paling awal melaksanakan RAT di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, ketepatan waktu pelaksanaan RAT menjadi indikator penting kepatuhan regulasi sekaligus kesehatan organisasi koperasi.

“Dana Insani termasuk koperasi yang paling awal melaksanakan RAT. Harapannya dapat menjadi contoh bagi koperasi lain di DIY, baik dari sisi tata kelola maupun kesiapan menuju digitalisasi koperasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa RAT merupakan forum tertinggi koperasi yang mencerminkan keterbukaan pengurus kepada anggota. Selain itu, rebranding koperasi dinilai penting agar koperasi tampil lebih modern, profesional, dan adaptif terhadap transformasi digital, sehingga semakin dipercaya masyarakat.

Melalui RAT 2025 ini, BMT Dana Insani menegaskan posisinya sebagai lembaga keuangan syariah yang tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi umat. Ke depan, koperasi ini menargetkan penguatan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas dampak manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Gunungkidul, khususnya kelompok ekonomi bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *