Polda DIY Gencarkan Operasi Pekat dan KRYD Selama Ramadan, Ribuan Botol Miras Disita

Fokus Cegah Kejahatan Jalanan, Tawuran, dan Gangguan Kamtibmas demi Ibadah Ramadhan yang Aman dan Kondusif

MCI – Yogyakarta, DIY | Menjelang dan selama bulan suci Ramadan, Polda DIY bersama jajaran Polresta serta instansi terkait mengintensifkan berbagai kegiatan kepolisian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah selama Ramadan. Upaya preventif dan represif terus digencarkan, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap meningkat menjelang dan selama bulan suci.

Sebagai tahap awal, Polda DIY telah melaksanakan operasi minuman keras (miras) dalam beberapa hari terakhir. Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menyita sebanyak 3.509 botol miras dari berbagai jenis dan merek. Operasi ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk menekan gangguan keamanan yang sering dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol.

Selanjutnya, Polda DIY juga akan kembali menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) selama 10 hari. Operasi ini menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat seperti perjudian, prostitusi, peredaran miras, kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, hingga penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Kejahatan jalanan menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut. Hal ini berdasarkan analisa dan evaluasi tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus menjelang dan selama Ramadan.

Berdasarkan data penindakan terakhir, jajaran Polda DIY berhasil mengungkap sejumlah kasus, di antaranya 17 kasus kepemilikan senjata tajam, 7 kasus pengeroyokan, serta 8 kasus penganiayaan yang masuk kategori kejahatan jalanan. Selain itu, terdapat pula 8 kasus perjudian dan 4 kasus prostitusi yang turut ditindak.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/hari-ke-13-operasi-keselamatan-progo-2026-petugas-ram-check-angkutan-di-pantai-kukup-dan-drini-jelang-lebaran-1447-h/

Selain Operasi Pekat, kepolisian juga akan melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama bulan Ramadan. Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan kejahatan jalanan dan aksi tawuran yang biasanya meningkat menjelang sahur, setelah sahur, serta usai salat tarawih.

KRYD akan dilakukan melalui patroli skala besar, razia selektif, serta penempatan personel di sejumlah titik rawan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus menekan potensi gangguan kamtibmas.

Kabid Humas Polda DIY, Ihsan, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan.

“Polda DIY dan jajaran akan terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan rutin kepolisian, KRYD maupun pelaksanaan Operasi Pekat. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan, peredaran miras, maupun tindak pidana lainnya yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan sahur on the road maupun menyalakan petasan, serta mengajak orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.

“Kami mengajak para orang tua agar lebih peduli dan meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya, terutama pada malam hari. Jangan sampai anak-anak kita terlibat dalam aksi tawuran atau pergaulan yang berisiko melanggar hukum. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Polda DIY berharap pelaksanaan ibadah Ramadan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh ketenangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *