Berita  

Padasari Bergerak, 104 Bangunan Rusak: 530 KK Mengungsi, TNI–Polri Dirikan Tenda Darurat

Hujan Deras Picu Longsor Aktif di Jatinegara Tegal, Ratusan Santri Pondok Pesantren Ikut Dievakuasi

MCI – Tegal, Jateng | Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, sejak Selasa (3/2/2026) siang. Peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sedikitnya 104 bangunan dan memaksa 530 kepala keluarga (KK) mengungsi ke lokasi aman.

Berdasarkan data sementara di lapangan, wilayah terdampak mencakup 4 RW dan 13 RT. Selain rumah warga, fasilitas pendidikan berupa Pondok Pesantren Al-Adalah turut terdampak, sehingga 426 santri harus dievakuasi demi menghindari risiko pergerakan tanah susulan yang hingga kini masih terpantau aktif.

Wakil Bupati Tegal, H. Ahmad Kholid, meninjau langsung lokasi bencana pada Selasa (3/2/2026) sore bersama tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Forkopincam, PMI, serta pemerintah desa setempat. Dalam keterangannya, ia menegaskan pentingnya keselamatan warga di atas segalanya.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/pungli-bbm-viral-di-gunungkidul-spbu-44-558-17-bertindak-tegas-operator-disanksi-layanan-dievaluasi/

“Harapan kami, warga yang terdampak segera mengosongkan tempat tinggal dan meninggalkan lokasi bencana. Area ini harus dikosongkan untuk mengantisipasi pergerakan tanah lanjutan yang masih aktif,” ujar Ahmad Kholid.

Sebagai langkah tanggap darurat, warga dievakuasi ke posko pengungsian yang berpusat di RT 21, Dusun Dukuh Lebak, Kecamatan Jatinegara. Di lokasi tersebut, jajaran Polres Tegal bersama Kodim 0712/Tegal mendirikan tenda-tenda darurat guna menampung para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan santri.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, Wakil Bupati Tegal juga mengimbau pengungsi agar menerapkan sistem tidur bergilir di posko, sehingga kondisi sekitar dapat dipantau secara berkala apabila terjadi pergerakan tanah lanjutan di malam hari.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tegal melalui BPBD telah menyalurkan bantuan logistik awal berupa kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Upaya pemantauan kondisi tanah dan penanganan darurat masih terus dilakukan sembari menunggu hasil kajian teknis lanjutan terkait potensi relokasi warga dari zona rawan bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *