Niat Basmi Sarang Tawon Berujung Petaka, Rumah Kosong di Kasihan Terbakar

Api Membesar Akibat Tiupan Angin, Kerugian Capai Rp20 Juta

MCI – Bantul, DIY |Niat seorang warga untuk membasmi sarang tawon vespa justru berakhir petaka. Sebuah rumah kosong di wilayah Padukuhan Gatak, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, hangus terbakar setelah api yang digunakan untuk membakar sarang tawon membesar dan tak terkendali.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (07/01/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Seorang laki-laki berinisial M (49) berusaha menghilangkan sarang tawon yang berada di salah satu rumah kosong dengan cara membakarnya menggunakan kertas yang ditempelkan pada bilah besi sepanjang kurang lebih enam meter.

Namun, tiupan angin kencang membuat api membesar dan merambat ke bagian bangunan rumah kosong milik Sri Maryani, warga Banyuraden, Gamping, Sleman. Api dengan cepat membakar bagian atap rumah hingga menyebabkan kebakaran cukup parah.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa tindakan M dilakukan lantaran sarang tawon tersebut sebelumnya sempat menyengat salah satu warga.

“Karena sebelumnya tawon itu menyengat warga, sehingga yang bersangkutan bermaksud membasminya,” ujar Iptu Rita, Kamis (08/01/2026).

BACA JUGA :  https://mediacitraindonesia.com/bongkar-love-scamming-internasional-di-sleman-polresta-jogja-tetapkan-enam-tersangka/

Mengetahui api semakin membesar, M sempat berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Namun, upaya pemadaman manual tidak membuahkan hasil. Salah satu warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bantul.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dijinakkan. Akibat kejadian tersebut, bagian atap rumah mengalami kerusakan parah dan hangus terbakar.

“Untuk kerusakan terdapat pada bagian atap bangunan. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp20 juta,” imbuh Iptu Rita.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menangani sarang serangga berbahaya dan tidak melakukan tindakan berisiko yang dapat memicu kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *