Lanal Yogyakarta Sulap Lahan Pasir Jadi Kebun Edamame, Dorong Swasembada Kedelai

Manfaatkan lahan tidur seluas 2 hektare di Sanden, Bantul, TNI AL bersama petani binaan wujudkan ketahanan pangan melalui budidaya kedelai edamame.

MCI – Yogyakarta, DIY | Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Yogyakarta menunjukkan komitmen nyata mendukung program swasembada kedelai nasional dengan memanfaatkan lahan tidur berkontur pasir untuk budidaya kedelai jenis edamame. Program ini dilaksanakan bersama petani binaan Lanal Yogyakarta di wilayah Patihan, Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (9/2/2026).

Pemanfaatan lahan tidur seluas hingga 2 hektare ini menjadi terobosan dalam mengoptimalkan potensi wilayah pesisir yang selama ini kurang produktif. Lahan berpasir yang identik dengan keterbatasan unsur hara kini disulap menjadi hamparan kebun kedelai edamame sebagai salah satu komoditas strategis penopang ketahanan pangan.

Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Marinir Hafied Indarwan menegaskan bahwa kedelai merupakan komoditas pangan prioritas pemerintah yang harus segera diwujudkan kemandiriannya. Menurutnya, ketergantungan impor kedelai perlu ditekan melalui penguatan produksi dalam negeri dengan memaksimalkan potensi lahan yang ada, termasuk lahan-lahan marginal.

Baca juga :  https://mediacitraindonesia.com/tmmd-127-dibuka-bupati-gunungkidul-talud-kokoh-jadi-benteng-akses-desa-salam/

“Kedelai adalah komoditas strategis. Keterlibatan TNI Angkatan Laut, khususnya Lanal Yogyakarta, merupakan bentuk komitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional,” ujar Kolonel Marinir Hafied Indarwan.

Ia menambahkan, keterlibatan TNI AL dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari program Pemberdayaan Wilayah Pertahanan yang mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, petani, serta para pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan produktivitas lahan meningkat, kesejahteraan petani terangkat, dan kemandirian pangan semakin kuat.

Program budidaya kedelai edamame di wilayah pesisir Bantul ini sekaligus menjadi contoh bahwa keterbatasan alam bukan penghalang untuk berinovasi. Dengan pendampingan, pemilihan varietas yang tepat, serta kerja sama lintas sektor, lahan tidur berpasir dapat dioptimalkan menjadi sumber pangan yang bernilai ekonomi.

Ke depan, Lanal Yogyakarta menargetkan penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait agar program serupa dapat diperluas ke wilayah lain. Upaya ini diharapkan menjadi model pengembangan ketahanan pangan berbasis potensi lokal, sejalan dengan agenda nasional menuju swasembada kedelai dan kemandirian pangan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *