MCI – Gunungkidul, DIY | Di saat banyak kalurahan mengeluhkan adanya pemangkasan Dana Desa dan Dana Keistimewaan (Danais), Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, justru menunjukkan sikap optimistis dan visioner. Dengan ide brilian berbasis investasi berkelanjutan, Kalurahan Kepek membuktikan diri tetap eksis dan mampu bergerak maju di tengah keterbatasan anggaran.
Pada Jumat (09/01/2026), bertempat di tanah kas desa Padukuhan Ledoksari, Kalurahan Kepek menggelar kegiatan penebaran 40.000 bibit lele yang disebar ke 40 kolam perikanan darat. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan Dana Desa dan Danais yang tepat sasaran mampu melahirkan kegiatan produktif dan berkelanjutan.
Lurah Kepek, Bambang Setiawan, menyampaikan bahwa program tersebut bukan kegiatan jangka pendek, melainkan bagian dari rencana pembangunan lima hingga enam tahunan yang telah dirancang secara matang.
“Ini merupakan bagian dari momentum kolaborasi tiga hal, yakni Dana Desa, Dana Keistimewaan (Danais), serta pemanfaatan tanah kas desa yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif,” ujar Bambang.

Menurutnya, Kalurahan Kepek secara sadar mengubah pola pendekatan pembangunan. Jika sebelumnya program identik dengan kegiatan selesai dan anggaran habis, kini diarahkan menjadi program berbasis investasi yang hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami tidak ingin hanya kegiatan selesai lalu rupiahnya habis. Kami ingin apa yang dikerjakan hari ini masih memberikan manfaat untuk besok dan tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.
Bambang juga menyinggung kondisi terkini terkait pemangkasan Dana Desa dan Danais yang ramai diperbincangkan. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi Kalurahan Kepek untuk terus bergerak.
“Memang Dana Desa dan Danais dipotong, tapi bagi kami Kalurahan Kepek tetap eksis. Program-program sebelumnya sudah berjalan dan akan terus berlanjut,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program perikanan darat ini tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Skema pembagian hasil telah diatur secara jelas, mulai dari operasional hingga kontribusi langsung bagi kas kalurahan.
Selain perikanan lele, Kalurahan Kepek juga telah menjalankan program peternakan kambing serta menyiapkan area pakan ternak. Ke depan, seluruh program tersebut diharapkan saling terintegrasi sebagai sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, S.Si., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif yang dilakukan Kalurahan Kepek.
“Penebaran benih lele ini adalah program luar biasa. Pemanfaatan Dana Desa dan Danais untuk ketahanan pangan melalui tanah kas desa merupakan langkah positif demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, dengan 40.000 benih lele yang dikelola di 40 kolam, program ini memiliki potensi besar untuk berkembang secara berkesinambungan.
“Kami berharap program ini berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Ke depan, ini bisa menjadi pilot project bagi kalurahan lain di Kabupaten Gunungkidul dalam pemanfaatan Dana Desa, Danais, dan tanah kas desa,” tambahnya.
Melalui inovasi sederhana namun terencana, Kalurahan Kepek menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Dengan visi jangka panjang, kolaborasi lintas sektor, dan keberanian berinvestasi, Kalurahan Kepek tampil sebagai contoh bagaimana desa tetap bisa tumbuh, mandiri, dan menyejahterakan masyarakatnya.













